Friday, February 10, 2012

[PROMO] Gado-Gado Poligami

Yippie... Alhamdulillah.. Telah terbit buku pertamaku. Judulnya "Gado-Gado Poligami: Antara Fiksi dan Realitas", merupakan kumpulan fiksi kilat (flash fiction) dan kisah nyata yang ditulis bersama oleh puluhan penulis. Behind the scene nanti saya ceritakan kapan-kapan ya ^_^

Monggo disimak resensinya...



Judul Buku: Gado-Gado Poligami- Antara Fiksi dan Realitas
Penerbit: Quanta - Elex Media
Harga: Rp 44.800,-


Poligami.. hmm.. tema yang tak lekang dimakan jaman. Selalu ramai diperbincangkan. Mengundang kontroversi antara pro dan kontra. Menuai perdebatan antara mendukung dan menentang. Namun, betapapun riuh pembahasan mengenai poligami, para pelakunya tak surut dari waktu ke waktu, dengan berbagai alasan dan kondisi yang melatari.


Aneka kehidupan poligami mewarnai kehidupan ini. Ada yang beraroma luka dengan airmata tak berkesudahan. Ada tetes kecemburuan yang kental di dalamnya. Ada pengorbanan yang berbanding lurus dengan keikhlasan. Dan, ada pula yang bertabur senyum dengan rona bahagia.


Sebuah buku bertajuk “Gado-Gado Poligami – Antara Fiksi dan Realitas” terbitan PT Elex Media Komputindo, mengurai kisah poligami dengan menampilkan kisah nyata dan kisah fiksi. Macam gado-gado yang memuat bermacam bumbu, maka kisah-kisah ini memiliki rasa yang berlainan. Ada yang manis, asin, hingga pedas. Namun yang pasti, kesemuanya bermuara pada satu rasa, yaitu rasa yang sedap.


Bermula dari lomba menulis flash fiction maksimal 400 kata di facebook, terjaringlah kisah-kisah FF pilihan yang kemudian menjelma menjadi buku ini. Adalah Leyla Imtichanah a.k.a Leyla Hana yang menggagas lomba ini lalu menyusunnya dengan menambahkan kisah-kisah nyata untuk penyeimbang serta pembanding. Maka, terbentanglah di hadapan pembaca, antara fiksi dan realita seputar poligami.


Lomba flash fiction alias fiksi kilat itu sendiri, ternyata mendapat sambutan luar biasa dari para fesbuker. Di luar dugaan, peserta lomba mencapai 300 lebih. Bahkan hingga deadline lewat, masih saja ada yang bersikeras mengirimkan naskahnya.


Kisah-kisah dalam buku ini membawa kita pada perenungan yang dalam tentang dinamika poligami. Plus minusnya, suka dukanya, bahagia dan deritanya. Anda akan dibuat tercengang, takjub, gregetan, dan tersayat pilu. Pun Anda tak dapat mengelak isak, lalu mengulum senyum, bahkan geram berdentam-dentam.


Tengoklah kisah yang bertutur tentang seorang istri yang awalnya merestui pernikahan suaminya yang kedua. Suaminya santun memohon izin dengan alasan yang bisa diterima. Namun mengapa kemudian keluarga yang semula bahagia itu berubah menjadi oleng? Apa yang dilakukan istri pertama agar keluarganya tetap berlayar tenang meski badai menghantam? Kisah perjuangan seorang wanita yang tegar ini hadir dalam kisah apik berjudul “Mengepak Dengan Satu Sayap".


Kisah-kisah lain yang mengaduk emosi, tentang poligami terselubung. Tidak ada pemberitahuan kepada istri pertama, sekonyong-konyong berita tentang istri kedua lengkap beserta anaknya, menggelegar membuat hati berguncang. Ada yang kehilangan kendali, ada yang tertatih-tatih menata hati, ada juga yang bangkit lalu berjaya. Apa saja yang mereka lakukan? Bagaimana keluarga dekat seharusnya bersikap? Lalu bagaimana nasib anak-anak hasil pernikahan itu? Temukan hikmah yang bertabur dalam kisah-kisah tersebut.



Poligami yang damai berbuah kebahagiaan, juga terjadi dalam kehidupan. Istri kedua yang dipilihkan oleh istri pertama, lalu mereka bahu membahu dalam biduk rumah tangga dengan satu nakhoda yang sama. Sebuah keluarga yang kompak, dengan anak-anak yang akrab kepada dua ibunya. Bagaimana hal semacam ini bisa terjadi? Apa yang melatari peristiwa tersebut? Sungguh merupakan kisah inspiratif. Judulnya yaitu “Senyum Ini Milik Kami”. Kisah-kisah bahagia lainnya yang tak kalah menarik untuk diselami.


Kepiawaian para penulis dalam menuangkan ide dan imajinya, tampak dalam deretan fiksi kilat dalam buku ini. Dengan jumlah kata yang dibatasi, karena sifatnya yang ‘kilat’, pembaca tidak akan kehilangan asyiknya mengunyah cerita. FF berjudul “Secangkir Kopi” benar-benar menguar aroma nikmat, dengan suasana syahdu dalam sulaman kata-kata indah nan romantis. Menyusul cerita yang berjudul “Carikan Aku Teman, Bi” merupakan kisah sederhana yang manis dengan ending tak terduga. Dan rupa-rupa kisah lainnya dalam racikan gado-gado dengan kata kunci: sedap.



Setelah menelusuri kisah-kisah fiksi dan realita, kesimpulan adalah milik pembaca, bagaimana memaknai poligami. Barisan kalimat bertenaga berikut, dicuplik dari tulisan pada cover belakang buku ini.

Pernikahan poligami maupun monogami,keduanya sunah Rasul. Pilihan yang diambil, hendaknya menjadi jalan untuk meraup pahala dan surga serta mendapatkan keberkahan di dunia dan akhirat, yaitu keluarga sakinah, mawaddah, wa rohmah. Keberkahan itu hendaknya diraih dengan menjauhkan diri dari perbuatan zalim dan bersifat aniaya terhadap keluarga.

Penasaran? Silahkan bergerilya ke toko buku terdekat, insyaAllah sudah tersebar di seluruh tokbuk Gramedia ^_^ Mohon do'anya agar segera cetak ulang ya... hihihi

Review ditulis oleh mba Linda.
»»  Baca Selanjutnya...

Wednesday, February 08, 2012

Pemimpin


"Kau tahu kenapa seorang pemimpin yg adil doanya makbul berkali lipat? Karena seorang pemimpin memegang nasib baik-buruk orang yg dipimpinnya. Satu kata "Ya" utk hal baik, bisa berharga seribu tangga ke surga. Tapi satu kata "Ya" utk hal buruk, akan memangkas jaraknya shg mendekati neraka jahannam. Panasnya sudah terasa dekat sekali, meski dia belum mati." (Burlian, Tere Liye 2009)

Na'udzublillah..
Ya Allah, berikan kami pemimpin yang adil dan mencintai rakyatnya. Aamiin..

*gerah denger berita ttg para pemimpin negeri ini :(

Powered by Telkomsel BlackBerry®
»»  Baca Selanjutnya...

Thursday, February 02, 2012

Tes

Cek posting via email. Attachmentnya masuk ta?
»»  Baca Selanjutnya...

Antara Pe-er dan Resensi

Duh gara-gara tugas di salah satu komunitas menulis, si saya jadi keranjingan bikin resensi. Hihihi.. padahal ga jago-jago amat nulis, cuma rasanya gatel aja gitu pingin berbagi film yang bagus dan buku yang keren. Mudah-mudahan membawa manfaat bagi yang lain.

Padahal pe-er nulis banyak, belum lagi proyek idealis pingin nulis sendiri. Ckckck kapan beresnya ya, kapan jualannya?

*ngelap keringet demi melihat panjangnya checklist*
»»  Baca Selanjutnya...

Wednesday, February 01, 2012

Back to Blogger

Wuiiih, akhirnya nguprek blogger lagi ^_^ Setelah beberapa saat kecemplung di rumah lain dan sibuk juga jualan. Ternyata kembali tertarik ngeblog dimari. Hehehe.. Mudah2an bisa melatih otak lagi untuk merangkai diksi.
»»  Baca Selanjutnya...

Tuesday, March 17, 2009

GolPut

cape deh... hari gini masiiiiih aja ya, ada yang kepikiran untuk golput. katanya sih, udah desperate banget sama keadaan Indonesia. menurutnya, ga ada lagi partai atau orang-orang yang bisa dipercaya untuk menyelesaikan masalah Indonesia yang udah menumpuk.

tapi, bukannya golput ga menyelesaikan masalah?? trus maunya apaaaaa??? bikin negara sendiri aja sana... kalo bisa... (penonton alias komentator itu selalu lebih jago daripada pemain, kan?!)

cari informasi dong, insyaAllah masih ada kok orang-orang yang dengan tulus ikhlas memikirkan rakyat dan permasalahan bangsa ini, menjadi wakil rakyat bukan demi memperkaya diri sendiri.... orang-orang yang berpandangan bahwa jabatan itu amanah, dan harus dipertanggungjawabkan bukan semata di hadapan manusia, tapi nanti di hadapan Allah...

»»  Baca Selanjutnya...

Wednesday, February 25, 2009

Hana Sakit Apa?

Hana sakit... bahkan sampe hampir seminggu setelah kejadian, sakitnya masih tetep tidak terdefinisikan. Awalnya dari minggu kemarin. Hari selasa pagi ade Rifqi anget2 gitu.. acara ke Pondok Labu (pondok mertua) hampir aja ga jadi. tapi karena udah janji dan udah sebulan ga mampir, bismillah aja sambil bawa obat turun panas. Di rumah nenek cuma sehari, Rabu pagi udah pulang pagi sebelum abi ke kantor, alhamdulillah sorenya de Rifqi dah baikan. Anget2 biasa aja, lagi mo tumbuh gigi kayaknya sih.

Hari kamis, ummi kebetulan ada kelas tahsin-tahfidz, bawa Hana dan ade Rifqi titip mba, karena mama mau pergi ke Bali, ada sodara temennya yang mau pindah ke Jakarta, jadi ceritanya ikut beberes sambil jalan-jalan lah... de Rifqi dah seperti biasa main dan mamamnya, alhamdulillah.

Hari jum'at pagi, masyaAllah... gantian Raihana yang anget.. ummi sampe harus shalat subuh sambil gendong Hana dan ditengah jerit tangis ade Rifqi yang engga dibolehin mimik sama ayuk Hana-nya. ummi ambil termometer, 37.5, ga terlalu panas.. nyantei aja. kata dokter obat turun panas baru dikasih kalo panasnya udah di atas 38. Semakin hari menjelang siang, ummi makin deg-deg-an. secara, ummi seharusnya hari ini ke kampus untuk ngisi liqoan, bimbang mo pergi ato engga. soalnya ga mungkin ngandelin mba kalo anak lagi sakit gini, mana abi juga mau ke luar kota... ihiks. akhirnya ambil hp, sms para binaan untuk menggantikan liqo dengan tugas hadir kajian besoknya. panas Hana makin gawat, walaupun udah dikasih obat turun panas... rekor tertinggi mencapai 40.2. ummi rada panik juga, soalnya Hana punya sejarah kejang waktu lebaran lalu. siap-siap obat turun panas yang dimasukin dari dubur (stelosyl), tapi ga jadi dipake... Malemnya.. heboh!! secara... abi ga ada, mama ga ada... anak yang satu minta mimik ASI, eh yang satunya ngoceh ga keruan dari mulai yang ada uler lah, trus juga ga mau ditaro di tempat tidur, maunya dipeluuuuk aja... subhanallah... bangun dari jam 2 malem, ba'da subuh alhamdulillah ade Rifqi bisa tertidur... ayuk Hana tetep di pelukan...

Hari Sabtu, tiba-tiba panasnya ga jadi terlalu panas, masih dengan obat, tapi ga lewat dari 38.5. Bismillah... ummi pergi juga ke kajian rutin di dpc, tadinya mo ngajak Hana, tapi dia ketiduran waktu ditinggal untuk shalat dzuhur... tapi pas ummi pulang, panasnya tinggi lagi... minum obat lagi, ga lama kemudian... udah main2 sama adenya serasa ga lagi sakit... bingung deh ummi. Alhamdulillah malam ini ga sehoror malam sebelumnya. Hana bisa tidur dengan tenang, de Rifqi juga...

Hari Ahad, diukur lagi pagi2 38,1. wah kayaknya ga terlalu panas lagi nih. trus inisiatif sms temen yang seorang dokter. beliau menyarankan kasih vitamin dan minum aja yang banyak, waktu ummi nanya perlu ke rs ato ga, soalnya ga terlalu panas... alhamdulillah, kemudahan mulai ada, abi udah pulang, walaupun malem... ya, setidaknya bisa pegang anak satu-satu lah...

hari senin suhu tubuh Hana udah balik normal, selasa juga. selasa sore.... loh, loh, loh, kok di kakinya keluar bintik2 merah... aduh ummi langsung panikssss... khawatir DBD !! soalnya adekku baru keluar juga dari RS karena penyakit itu. diitung2, kalo emang dia DBD, berarti dah masuk masa kritis dan sewaktu-waktu bisa terjadi pendarahan kalo suhu tubuh meningkat tiba-tiba or kekebalan tubuhnya ga bagus. akhirnya malem2 berangkatlah ke RS, nungguin hasil cek darah, trombonya ga terlalu drop, hanya sedikit di atas normal. kata dokter, pagi-pagi harus balik lagi untuk cek darah. udah masa kritis bu, itungannya harus jam... takut trombonya drop tiba-tiba

pagi2 cek lab lagi, alhamdulillah trombonya naik. akhirnya konsul lagi ke dokternya Hana, berdasarkan dua hasil lab tadi, sepertinya bukan DBD. HANYA INFEKSI VIRUS BIASA!! alhamdulillah... waktu ummi tanya apa virusnya, dokternya hanya menjawab "virus yang ga diketahui itu jumlahnya lebih banyak dari yang sudah diketahui". memang setelah panas apalagi sempat tinggi, biasanya akan keluar tanda merah-merah di tubuhnya, kadang gatal. insyaAllah akan hilang sendiri... begitu katanya.... alhamdulillah...

walaupun sampai akhir ummi tetep ga ngerti Hana sakit apa, ummi tetap berdoa semoga diberi kesabaran dalam menjalani semua ujian-Nya...

doakan ya, tante-tante, om-om dan temen-temennya Hana... biar Hana bisa segera sehat dan kembali ceria seperti biasa...

»»  Baca Selanjutnya...