Banyak sekali faktor tidak terduga dalam perjalanan menyelesaikan tesis ummi... kalo mo dibandingin dengan dulu jaman s1, jauuuuuuhhhhh banget bedanya. Iyalah, dulu kan bergaulnya dengan teori, bukti dan dalil yang ga perlu banyak penjelasan dalam bentuk kata-kata.. sementara sekarang, bergaul dengan manusia dan konstruk-konstruk psikologis yang aneh bin ajaib bisa dipaksakan masuk ke otak dan harus dipahami (???). Waktu nyelesein TA dulu, ummi masih sempet2nya bersibuk ria dengan Kongres dan Kabinet, malahan (sama kayak rela) menunda kelulusan sampe Oktober padahal bisa sidang Juli :D, demi KM tercinta... sekarang boro-boro mikirin mau nunda, waktu rasanya saaaanggggaaat cepat berjalan... lah, kok tiba-tiba dateline ujian udah di depan mata ya... huuuaaaa... banyak hal ga terduga terjadi. terutama setelah masuk semester kedua ini, waduh, muuunnnddduuuurrr semua... waktu mau tryout alat ukur, ternyata guru yang bertanggung jawab mengalami musibah di keluarganya, mundurlah kita dua minggu. trus waktu mau turun lapangan, ternyata salah satu sekolah bener2 berbelit2 ijinnya... nyampe bete!! emang birokrasi segitu pentingnya ya?? waktu entry data dan analisa dah beres semua, ternyata pembimbing minta tambahin variabel. walah.... gimana ceritanya si ibu teh? ya, berjibakulah si ummi mengulang dari awal, mana pake acara begadang2an hampir seminggu lamanya...alhamdulillah akhirnya selesai dan minta revisi dari ibu untuk mengejar jadwal seminar review minggu depan... eh lagi-lagi, 3 kali janjian, akhirnya harus kecele ga jadi ketemu karena berbagai macam hal mulai dari ibunya lupa jadwal, hp ummi abis batere.. hehehe... kalo dipikir2 sih, lucu juga, walaupun rada nyebelin dan nge-bete-in. soalnya dengan dua malaikat kecil yang harus dijaga di rumah, ummi kalo mo ke kampus harus gantian sama mama mo pergi, secara di rumah belum ada khadimat (ada yang mau tolong cariin???). Trus waktu nyari dosen untuk reviewer juga rada ketar-ketir karena pada sibuk (anak s1 juga lagi masa ujian). Ya begitulah, akhirnya ketemu juga reviewernya, sekarang tinggal deg-deg-an-nya menunggu hari-H untuk review dan ujian (dosen penguji juga belum ketemu niiih)... wish me luck, my friends...
Saturday, June 21, 2008
Monday, June 16, 2008
Sukses..
Sukses itu bukan di sekolah
tidak ditandai dengan nilai ujian atau rapor yang tinggi...
Sukses itu bukan di kuliah
tidak ditandai dengan almamater bergengsi dan gelar yang tidak cukup satu...
Sukses itu bukan di tempat kerja
tidak ditandai dengan gaji yang besar atau posisi yang berpengaruh...
Sukses itu juga bukan di rumah
tidak ditandai dengan rumah mewah, mobil banyak, dll, dst...
Sukses itu... di sisi Allah
Sukses itu... ketika bisa menjalankan apa yang diperintahkan-Nya
Sukses itu... ketika bisa menjauhi apa yang dilarang-Nya
Sukses itu... ketika bisa mendampingi pasangan untuk saling menguatkan di jalan-Nya
Sukses itu... ketika bisa mendidik generasi baru menjadi mujahid/ah peninggi kalimatullah di muka bumi...
~ berharap menjadi bagian dari orang-orang sukses
»» Baca Selanjutnya...
tidak ditandai dengan nilai ujian atau rapor yang tinggi...
Sukses itu bukan di kuliah
tidak ditandai dengan almamater bergengsi dan gelar yang tidak cukup satu...
Sukses itu bukan di tempat kerja
tidak ditandai dengan gaji yang besar atau posisi yang berpengaruh...
Sukses itu juga bukan di rumah
tidak ditandai dengan rumah mewah, mobil banyak, dll, dst...
Sukses itu... di sisi Allah
Sukses itu... ketika bisa menjalankan apa yang diperintahkan-Nya
Sukses itu... ketika bisa menjauhi apa yang dilarang-Nya
Sukses itu... ketika bisa mendampingi pasangan untuk saling menguatkan di jalan-Nya
Sukses itu... ketika bisa mendidik generasi baru menjadi mujahid/ah peninggi kalimatullah di muka bumi...
~ berharap menjadi bagian dari orang-orang sukses
Tuesday, June 03, 2008
Kosakata Hana
Alhamdulillah kosa kata yang dirangkai Hana mulai banyak. Sepertinya anak Ummi yang cantik ini sedikit terlambat dari teman2nya dalam merangkai kata, tapi gapapa.. Ummi yakin kok, setiap anak berkembang dengan kecepatannya masing-masing untuk setiap hal. Kata-kata yang sudah bisa diucapkan Hana dengan lancar adalah "kakak", "ayah", "mama", "mamam", "bobo", "papa"... selebihnya, baru merangkai ujung2 kata. Agak sedih juga sih, Hana belum bisa menyebut "Ummi" dan "Abi" secara lengkap dan jelas...
Nih, kamus kosa kata Hana:
mimih = ummi
bibih = abi
nda = bunda
cak = cicak (diiringi dengan suara berdecak kayak cicak :p)
uku = buku
koah = sekolah
kija = kerja (abi kemana? kija....)
tata = baca
tatak = masak
tuh = ituuuuu
niiih = ini
nta = minta
au = mau
tup = tutup
uka = buka
»» Baca Selanjutnya...
Nih, kamus kosa kata Hana:
mimih = ummi
bibih = abi
nda = bunda
cak = cicak (diiringi dengan suara berdecak kayak cicak :p)
uku = buku
koah = sekolah
kija = kerja (abi kemana? kija....)
tata = baca
tatak = masak
tuh = ituuuuu
niiih = ini
nta = minta
au = mau
tup = tutup
uka = buka
Monday, May 19, 2008
Hak orang lain...
Harta, memang selalu membawa fitnah. Dari lima pertanyaan yang akan ditanya kepada kita di hari kiamat, dua diantaranya melibatkan harta: "Dari mana ia diperoleh?" dan "Kemana ia dibelanjakan?" Diantara dua titik ekstrem, disanalah seorang muslim harus memegang teguh keimanannya atas ujian harta yang dibebankan. Katanya, faqir itu lebih dekat kepada kafir. Tapi di ujung kutub yang lain, dinyatakan bahwa orang kaya itu masuk ke dalam surga belakangan (katanya Nabi Sulaiman adalah orang ke-500 yang akan masuk surga), dikarenakan ia harus mempertanggungjawabkan terlebih dahulu harta yang ada padanya.
Hari ini, atau mungkin bulan dan tahun depan, kita merasakan sedikit 'lapang'. Hati-hati... setan pasti telah mempersiapkan pasukannya untuk menjerumuskan kita pada penyakit 'wahn'. Aku pernah blog-walking ke rumah maya salah seorang sahabat, ada kata-kata yang terus terngiang... "Semakin banyak harta yang ada pada kita, bukankah semakin banyak pula hak orang lain yang harus kita keluarkan?!"
~reminder bagi diri sendiri...
»» Baca Selanjutnya...
Hari ini, atau mungkin bulan dan tahun depan, kita merasakan sedikit 'lapang'. Hati-hati... setan pasti telah mempersiapkan pasukannya untuk menjerumuskan kita pada penyakit 'wahn'. Aku pernah blog-walking ke rumah maya salah seorang sahabat, ada kata-kata yang terus terngiang... "Semakin banyak harta yang ada pada kita, bukankah semakin banyak pula hak orang lain yang harus kita keluarkan?!"
~reminder bagi diri sendiri...
Menjadi Ibu??
Menjadi seorang ibu bukanlah pekerjaan yang mudah, paling tidak untukku. Dengan dua orang balita, rasanya waktu tidak pernah bisa diajak kompromi. Selesai satu pekerjaan, sudah menunggu pekerjaan lain yang harus dibereskan. Iyalah, peran kita kan bukan cuma menjadi seorang ibu. Kadang terasa, capek!! Letih secara fisik maupun mental, walaupun aku dan suami selalu saling mensupport dan mengingatkan untuk sabar, sabar dan sabar. Menghadapi anak-anak tidak seperti menghadapi orang dewasa. Mereka belum bisa diajak kompromi. Mereka belum bisa mengkomunikasikan apa yang sesungguhnya mereka inginkan. Mereka juga belum bisa mengerti ada yang dinamakan alasan untuk segala sesuatunya, mengapa ini boleh dan itu tidak boleh. Kalo lagi capek, biasanya aku (ingin) memilih menjauh sebentar dari anak-anak, hingga perasaan kesal (dan teman2nya) itu hilang. Well, kadang emang perlu sih...
Itulah yang membuatku kagum pada para seorang perempuan yang mempunyai limpahan kasih tak berbatas, cinta tak bertepi. Ketika ia dihadapkan dengan keempat orang cucunya, ia selalu tersenyum. Ia selalu mempunyai tenaga ekstra untuk bermain dengan mereka, untuk tidak menampakkan keletihan dan kekesalannya. Ia selalu membuat kami malu dengan apa yang seharusnya bisa kami lakukan... Ah mama, rasanya ingin meminta kepada Allah agar mama tidak perlu menghadapi kesulitan apapun dalam masa senjamu..... tapi kenapa ujian-Nya begitu berat.... Ya Allah, limpahkan kesabaran kepadanya, muliakanlah ia...
»» Baca Selanjutnya...
Itulah yang membuatku kagum pada para seorang perempuan yang mempunyai limpahan kasih tak berbatas, cinta tak bertepi. Ketika ia dihadapkan dengan keempat orang cucunya, ia selalu tersenyum. Ia selalu mempunyai tenaga ekstra untuk bermain dengan mereka, untuk tidak menampakkan keletihan dan kekesalannya. Ia selalu membuat kami malu dengan apa yang seharusnya bisa kami lakukan... Ah mama, rasanya ingin meminta kepada Allah agar mama tidak perlu menghadapi kesulitan apapun dalam masa senjamu..... tapi kenapa ujian-Nya begitu berat.... Ya Allah, limpahkan kesabaran kepadanya, muliakanlah ia...
Thursday, May 08, 2008
Sang Pemberes...
Anakku lucu sekali.... Di usianya yang baru 19 bulan, Hana udah pinter banget beberes (untungnya ngikut sifat Abinya yang rapih, bukan Ummi yang suka bikin ruangan jadi kapal pecah :D). Kalo ada air atau apapun yang tumpah, dia cepet2 lari ngambil tisu di atas meja, langsung dia lap sendiri ato nyuruh umminya dengan bahasa isyarat yang 'merintah' banget. Hana juga sukaaaa banget nyapu, tiap hari pasti mainan sapu disodok2, walaupun artinya nambah2in kotor lantai :) Satu lagi yang Hana paling suka, disuruh untuk naro ke tempat baju kotor, mau itu celana de Rifqi yang bau ompol, ato celana dia sendiri, sampe mainan kakak Auli juga kadang dimasukin ke tempat baju kotor. Trus anak ummi yang cantik ini juga 'cewek' banget. Doyannya ikut masak, ngangkat cucian yang kering, trus setrika... dengan bahasa planet yang baru sepatah dua patah kata, pokoknya semua harus berjalan sesuai dengan yang dia mau. Hana, Hana... jadi anak solehah ya sayang....
»» Baca Selanjutnya...
Wednesday, May 07, 2008
SEMANGATH!!
SEMANGATH!! Mengejar waktu yang tersisa... dua bulan lagi loh, Ummi!! Kadang engga tega juga ninggalin anak2 lama-lama untuk ke lapangan atau ke kampus. kangeeen.. suka kebayang2 wajah Rifqi, suara Hana... huhuhu, maap ya my little angels, ini demi menyelesaikan amanah.. again, SEMANGATH dong, Ummi!!
»» Baca Selanjutnya...
Subscribe to:
Posts (Atom)