Thursday, May 24, 2007

Allah Marah?!

Dialog di suatu hari antara ummi dan Auli...
U: Kak, tolong jagain ade' ya, ummi mo sholat dulu.
A: Yah, ummi... Auli kan lagi sibuk [maen] nih. Sholatnya nanti aja kenapa?
U: Ih kakak, ummi harus sholat, nanti dimarah Allah.
A: Emangnya, Allah suka marah-marah ya?

Subhanallah, anak-anak sekarang celetukannya 'berisi' ya... bikin umminya harus banyak belajar lagi, terutama untuk menerangkan konsep-konsep abstrak pada mereka yang baru mengenal benda-benda kongkrit. ^_^
»»  Baca Selanjutnya...

Monday, April 16, 2007

Adik Kecil yang Dewasa

Laki-laki itu telah berubah.
Mungkin, ia justru menjadi lebih dewasa dibanding semua kakaknya. Kata-katanya memang kasar, tapi ia benar. Sikapnya memang tidak manis, tapi sesungguhnya ia sangat perasa. Ia memang terkesan tak peduli, tapi justru ia yang paling menderita.
Manusia, memainkan perannya masing-masing dengan cara berbeda. Dengan segala keterbatasan ku, dan kami, hanya demikianlah yang dapat kami lakukan. Sekarang bagianmu, De'.
Letih, lelah... tapi permasalahan ini harus dicari penyelesaiannya. Sakiiiiiitt, semua orang merasakannya. Lebaran tahun lalu, saat semuanya terungkap, untuk kedua kalinya aku melihat airmatanya. Sedih, karena airmata itu ternyata untuk permasalahan yang dulu sudah kami anggap selesai. Ya Allah, limpahkanlah kesabaran kepada kami semua... tunjukilah kami kepada jalan yang Engkau ridhoi.. Amiin.

Untuk adikku yang sekarang lebih dewasa... Semoga Allah melindungimu dalam cahaya-Nya...
»»  Baca Selanjutnya...

Monday, March 26, 2007

Hari ini...

Subhanallah, ketemu salah satu orang yang luar biasa. Luar biasa energi kehidupannya, luar biasa kemauan untuk majunya, luar biasa jalan hidup yang telah dilaluinya.

Depok, 26 Maret 2007
...menghisab diri atas segala ke-tidak-istiqomah-an...
»»  Baca Selanjutnya...

Tuesday, March 13, 2007

r-a-h-a-s-i-a

Sebenarnya rahasia itu mudah dibaca. Gerak-gerik, isyarat tubuh, kata-kata, desas-desus.. pokoknya banyaklah cara untuk bisa mendeteksi rahasia yang disimpan oleh seseorang, paling tidak, kita pasti bisa merasakan bahwa orang tersebut menyembunyikan sesuatu dari kita, atau berbohong. Apalagi, orang yang dekat dengan kita, bertemu secara rutin, sering berbagi cerita, bahkan kita bisa membaca raut wajahnya... Susahnya, jika rahasia tersebut adalah satu hal yang sangat tidak kita sukai, terkadang kita justru berusaha untuk menutup mata dan telinga, pura-pura tidak tahu, takut terluka... padahal kita sesungguhnya tahu, atau punya dugaan yang hampir 100% benar.
Ternyata, menjalani kepura-puraan itu juga tidak enak. Terbawa menjadi mood yang tidak baik, membawa penyakit, semangat menguap entah kemana.. Mana yang akan lebih menyakitkan, mengetahui kebenaran walaupun itu menyakitkan, atau menahan diri untuk bertanya karena tidak ingin mendapat jawaban yang mengiris....


~ Ada apa sih dengan sekedar bertanya, "Mau kemana?" ~
»»  Baca Selanjutnya...

Tuesday, March 06, 2007

bisa apa?

tak bisa berkata-kata...
saat mengetahui ia yang pernah menjadi 'model' dari perilaku, berputar arah...
apa yang terjadi?
banyak pertanyaan terlintas, namun mengapa tak berani mencari jawabnya?
berkhusnudzon, cukupkah?
malam ini, kutekadkan untuk menghubunginya...

*ruang kelas, melalui jendela informasi dunia
»»  Baca Selanjutnya...

Monday, March 05, 2007

Merenung..

Tadi saat jam kuliah, mba Kiky nanya sama aku, "Yen, kamu Islam tapi enggak ikut organisasi Islam apapun kan? seperti NU or muhammadiyah..?" Aku jawab, "Engga mba, emang kenapa? tapi aku ikut partai..". Trus beliau menyodorkanku satu bundel kertas berisi baaaaaanyaaak pertanyaan tentang kegiatan ibadah, pendapat tentang sosial, politik, dst. Thanks to her, aku banyak teringatkan kembali kepada sikap-sikap yang -seharusnya- aku tunjukkan, dan aku percayai. Sikap sebagai seorang muslim, terlepas organisasi apapun ia, partai apapun ia, karena pada hakikatnya Islam itu satu...
»»  Baca Selanjutnya...

Bersyukur..

Semalam suamiku bertanya, "De, lebih enak dulu waktu belum nikah atau sekarang?"
Aku balik bertanya, "Emang kenapa?"
"Dulu kan, bebas kemana-mana, belum ada suami yang harus dilayani, anak yang harus diperhatikan..."
"Ya.. semuanya ada plus, minusnya lah.. waktu single ada kurang dan lebihnya, setelah nikah dan punya anak juga begitu.."

Bukankah, ketika kita telah memutuskan untuk melakukan suatu hal (dalam hal ini, menjalani pernikahan), maka kita harus sudah siap dengan beragam konsekuensinya?!


** pengingat untuk diri sendiri..
»»  Baca Selanjutnya...