I feel... relieved, really. Thanks to you, my love, for your full support yesterday, today, and I hope, forever..
»» Baca Selanjutnya...
Wednesday, November 29, 2006
Monday, November 20, 2006
Hana and her guardian angel?!
"Ih.. kok semuanya pada liat ade sih? Auli males deh!!"
"Nek mama engga boleh pegang ade!!"
"Tante Ning engga boleh gendong ade!!"
"Ummi, adenya bobo sama Auli aja di kamar Mama."
"Ummi, adenya mimik sama Mama aja"
....loh??
Hana punya penjaga setia yang amat sangat protektif, bernama Fadhli Aulia Putra. Saking sayangnya ma adek Hana, si kakak bahkan engga ngebolehin umminya sendiri ngegendong atau ngasih adeknya mimik. Duh.. pussying deh hai... yang selalu boleh menggendong adalah Mama, Bunda dan Ayah. Ya ampyun...
»» Baca Selanjutnya...
"Nek mama engga boleh pegang ade!!"
"Tante Ning engga boleh gendong ade!!"
"Ummi, adenya bobo sama Auli aja di kamar Mama."
"Ummi, adenya mimik sama Mama aja"
....loh??
Hana punya penjaga setia yang amat sangat protektif, bernama Fadhli Aulia Putra. Saking sayangnya ma adek Hana, si kakak bahkan engga ngebolehin umminya sendiri ngegendong atau ngasih adeknya mimik. Duh.. pussying deh hai... yang selalu boleh menggendong adalah Mama, Bunda dan Ayah. Ya ampyun...
Monday, November 06, 2006
Inkubasi
Berhenti sejenak dari segala rutinitas yang menjemukan
Banyak hal yang bisa dilakukan
Membaca
Menonton
Bermain
Bercerita
Asalkan benar-benar pemberhentian yang sejenak
Memanfaatkan yang sedikit untuk dapat melompat setinggi mungkin, kembali kepada rutinitas
Hati-hati akan makna yang hilang..
»» Baca Selanjutnya...
Banyak hal yang bisa dilakukan
Membaca
Menonton
Bermain
Bercerita
Asalkan benar-benar pemberhentian yang sejenak
Memanfaatkan yang sedikit untuk dapat melompat setinggi mungkin, kembali kepada rutinitas
Hati-hati akan makna yang hilang..
Wednesday, October 18, 2006
Mama...
Ketika diri ini dihadapkan dengan tangisan seorang ibu, apa yang bisa kita lakukan?
- penuh cinta untuk Mama, sabar ya Ma... Maapin iyen, kakak, ayuk, dedek kalo kita pernah punya salah sama Mama..
»» Baca Selanjutnya...
- penuh cinta untuk Mama, sabar ya Ma... Maapin iyen, kakak, ayuk, dedek kalo kita pernah punya salah sama Mama..
Thursday, October 12, 2006
Tengku Raihana Fauziyah
Alhamdulillah terlahir normal pada 01 Oktober 2006, pukul 08.30. Berat 3,8 kg dan panjang 51 cm (endut ya... ^_^). Mohon do'anya dari om dan tante, ammah dan ami, kakak-kakak, dan semua pengunjung blog ini, agar Hana jadi anak sholihah, mujahidah qurrota a'yun bagi kedua orang tuanya... amiin.
»» Baca Selanjutnya...
Monday, September 11, 2006
God, Why My Mom Crying?
Lagi pingin menuliskan sebuah artikel lama tentang tangisan seorang wanita.. versi Indonesia-nya sih, "Tuhan, Mengapa Bundaku Menangis?" selamat menikmati.
---
A young boy asked his mother, "Mom, why are you crying?"
"Because I'm a woman," she told him.
"I don't understand," he said.
His Mom just hugged him and said, "And you never will, but that's O.K...."
Then he asked God, "God, why do women cry so easily?"
GOD answered......
When I made woman she had to be special.
I made her shoulders strong enough to carry the weight of the world, yet, gentle enough to give comfort...
I gave her an inner strength to endure childbirth and the rejection that many times comes from her children...
I gave her a hardness that allows her to keep going when everyone else gives up and take care of her family through sickness and fatigue without complaining...
I gave her the sensitivity to love her children under any and all circumstances, even when her child has hurt her very badly...
This same sensitivity helps her to make a child's boo-boo feel better and shares in their teenagers anxieties and fears...
I gave her strength to care for her husband, despite faults and I fashioned her from his rib to protect his heart...
I gave her wisdom to know that a good husband never hurts his wife, but sometimes tests her strengths and her resolve to stand beside him unfalteringly...
For all of this hard work, I also gave her a tear to shed...
It is hers exclusively to use whenever needed...
It is her only weakness...
It's a tear for mankind....................
~ I Love you, Mom ~
»» Baca Selanjutnya...
---
A young boy asked his mother, "Mom, why are you crying?"
"Because I'm a woman," she told him.
"I don't understand," he said.
His Mom just hugged him and said, "And you never will, but that's O.K...."
Then he asked God, "God, why do women cry so easily?"
GOD answered......
When I made woman she had to be special.
I made her shoulders strong enough to carry the weight of the world, yet, gentle enough to give comfort...
I gave her an inner strength to endure childbirth and the rejection that many times comes from her children...
I gave her a hardness that allows her to keep going when everyone else gives up and take care of her family through sickness and fatigue without complaining...
I gave her the sensitivity to love her children under any and all circumstances, even when her child has hurt her very badly...
This same sensitivity helps her to make a child's boo-boo feel better and shares in their teenagers anxieties and fears...
I gave her strength to care for her husband, despite faults and I fashioned her from his rib to protect his heart...
I gave her wisdom to know that a good husband never hurts his wife, but sometimes tests her strengths and her resolve to stand beside him unfalteringly...
For all of this hard work, I also gave her a tear to shed...
It is hers exclusively to use whenever needed...
It is her only weakness...
It's a tear for mankind....................
~ I Love you, Mom ~
Wednesday, August 30, 2006
My Children
Walau bukan rahimku yang melahirkannya, ikatan itu telah terpaut erat. Sulit memang, jika sudah cinta. Mereka tidak pernah meminta untuk dicintai, tapi ternyata Allah telah memberikan rasa itu tanpa diminta.
Pernah seorang guru berkata pada anak-anak kami. "Kalian berada di sekolah yang gurunya mencurahkan cinta 100% kepada kalian. Pikiran, harapan, keinginan.." Aku jadi berfikir, bisakah aku seperti itu?? 100% tentunya setelah meletakkan cinta pada Allah, Rasul, jihad, umat Islam, keluarga, pada tempatnya masing-masing.. Sulit juga, mengingat begitu banyak emosi dilibatkan dalam interaksi kami sehari-hari. Tidak mudah, apalagi saat menghitung masa yang harus dihabiskan untuk mengukir kesabaran dalam menghadapi tingkah polah mereka. Subhanallah... Jadi guru itu memang benar-benar Subhanallah..
Suamiku bahkan hampir setiap kali aku menampakkan wajah 'lelah', pasti langsung berkata.. "Lagi bete sama si A ya?" (menyebut salah seorang muridku yang paling sering bikin pusing.) atau "Bikin ulah apalagi dia?" Tapi ujung-ujungnya pasti suami tersayang kembali mengingatkan tentang jasa besar seorang guru dan pahala yang sedang ditabungnya, jika bisa menyajikan keikhlasan... Pyuuuh, masyaAllah...
Dalam hitungan minggu, mungkin Allah akan menambahkan satu amanah kepada kami. Kali ini, seorang jundi/yah yang insyaAllah lahir dari rahimku sendiri. Mungkin setelah itu, aku akan merasakan sendiri bedanya 'mendidik' anak sendiri dan anak orang lain... Adakah bedanya??
~ jawab apa ya, kalo ada murid yang nanya "Bu, ciuman itu boleh enggak sih???" ~ *geleng2 kepala sambil mengurut dada...*
»» Baca Selanjutnya...
Pernah seorang guru berkata pada anak-anak kami. "Kalian berada di sekolah yang gurunya mencurahkan cinta 100% kepada kalian. Pikiran, harapan, keinginan.." Aku jadi berfikir, bisakah aku seperti itu?? 100% tentunya setelah meletakkan cinta pada Allah, Rasul, jihad, umat Islam, keluarga, pada tempatnya masing-masing.. Sulit juga, mengingat begitu banyak emosi dilibatkan dalam interaksi kami sehari-hari. Tidak mudah, apalagi saat menghitung masa yang harus dihabiskan untuk mengukir kesabaran dalam menghadapi tingkah polah mereka. Subhanallah... Jadi guru itu memang benar-benar Subhanallah..
Suamiku bahkan hampir setiap kali aku menampakkan wajah 'lelah', pasti langsung berkata.. "Lagi bete sama si A ya?" (menyebut salah seorang muridku yang paling sering bikin pusing.) atau "Bikin ulah apalagi dia?" Tapi ujung-ujungnya pasti suami tersayang kembali mengingatkan tentang jasa besar seorang guru dan pahala yang sedang ditabungnya, jika bisa menyajikan keikhlasan... Pyuuuh, masyaAllah...
Dalam hitungan minggu, mungkin Allah akan menambahkan satu amanah kepada kami. Kali ini, seorang jundi/yah yang insyaAllah lahir dari rahimku sendiri. Mungkin setelah itu, aku akan merasakan sendiri bedanya 'mendidik' anak sendiri dan anak orang lain... Adakah bedanya??
~ jawab apa ya, kalo ada murid yang nanya "Bu, ciuman itu boleh enggak sih???" ~ *geleng2 kepala sambil mengurut dada...*
Subscribe to:
Posts (Atom)
