Monday, November 07, 2005

Ketakbiasaan yang Menjadi Biasa

Sore itu aku dikagetkan oleh seekor makhluk yang melintas tiba-tiba di depan jalan masuk menuju rumahku. Makhluk itu bernama kucing, dan anehnya (loh, ANEH??) kucing itu menggigit seekor tikus yang tidak berdaya... Aneh? Ya, mungkin karena aku sudah mulai terbiasa melihat seekor kucing yang makan dari piring, dengan menu yang sama dengan manusia: Nasi+Lauk+Sayur!! Hmm.. jaman memang sudah jaaaaaauuuuh berubah sejak Tom & Jerry diciptakan ^_^

Lalu aku termenung, apakah gerakan Tarbiyah pun mulai menggejala: Ketakbiasaan yang menjadi biasa? Lalu.. sesuatu yang biasa itu pun kehilangan ruh-nya, karena kebiasaan itu bertransformasi menjadi suatu trend, tidak terjiwai! Dan kebiasaan itu berubah menjadi suatu keharusan, bukan motivasi pribadi!

Tapi, pada awalnya.. bukankah kita masing-masing harus dipaksa untuk beramal? Selanjutnya.. terserah anda!

Innamal a'maluu binniyat. Wa innama likullimriim maa nawaa'
Semua amal itu bergantung dengan niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. (HR. Bukhari)
»»  Baca Selanjutnya...

Sunday, November 06, 2005

Idul Fitri

Assalamu’alaikum...

Selamat datang Syawal, selamat tinggal Ramadhan...
Ya Allah, perkenankan kami berjumpa dengan Ramadhan-Mu tahun depan


Menyambut semburat fajar Syawal di cakrawala, Kami mengucapkan:
Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.
Semoga Allah SWT berkenan menerima semua amal ibadah dan shaum kita, amiinn.
Dari lubuk hati yang paling dalam, kami mohon dimaafkan segala kekhilafan.

Selamat Idul Fitri 1426 H


Wassalamu’alaikum...

Yentri&Basit sekeluarga
»»  Baca Selanjutnya...

Sunday, October 09, 2005

Katanya!

Katanya.. pernikahan yang barokah bisa terlihat dari tersambungnya tali silaturahim antara kedua keluarga
Katanya.. pernikahan yang barokah bisa tampak dari semakin membaiknya kualitas dan kuantitas ibadah manusia-manusia yang dinaungi pernikahan tersebut
Katanya.. pernikahan yang barokah tercermin dari tingkah laku anak-anak yang akan dilahirkan
Katanya.. pernikahan itu adalah kenikmatan sekaligus keluarga juga merupakan ujian bagi ketaqwaan kita
Katanya juga.. pernikahan itu tidak melulu kesenangan, tapi pasti ada karang terjal dan gelombang yang dapat menghempaskan sampan kecil kita ke pulau tak bertuan
Katanya... dan berjuta katanya yang pernah saya dengar, baca atau saksikan (?), dan baru akan coba saya rasakan dan buktikan kebenaran/ketidakbenarannya.

Berjalan tiga bulan sudah usia pernikahan kami. Belum banyak yang bisa saya ceritakan disini. Toh, saya pun baru mulai menyelami persamaan dan perbedaan yang ada di antara kami.

Cinta?? Seorang sahabat berkata: Cinta itu bisa ditumbuhkan!! Dan hal itu juga yang saya percayai. Seorang laki-laki yang bahkan belum pernah saya dengar namanya, apalagi melihat wajahnya.. tiba-tiba saja disodorkan tawaran untuk menjadi belahan jiwanya, menyempurnakan sebagian agamanya. Subhanallah, antara bingung, rasa tidak percaya, senang dan takut bercampur aduk di dalam hati dan pikiran. Bismillah.. saya beranikan untuk mengambil pilihan ini, saya hanya ingin menjaga kesucian diri dan agama, menghindari fitnah yang bisa ditimbulkan karenanya.

Cinta?? Ya, mungkin perasaan itu mulai tumbuh perlahan. Perasaan tidak ingin menyakiti hatinya, ingin selalu membahagiakannya, ingin mendukung setiap perbaikan dirinya, perasaan sedih saat beliau bersedih, perasaan senang saat dirinya mengalami kebahagiaan, dan satu perasaan penting yang beberapa saat lalu saya rasakan: Kekecewaan ketika membuat orang yang kita sayangi kecewa.


..to be continue..
»»  Baca Selanjutnya...

Wednesday, September 14, 2005

Tumbuhlah..

Benih yang setiap hari disiram, belum tentu akan tumbuh dengan baik.
Ia butuh disinari oleh cahaya sang Mentari,
untuk membuatnya bernafas dengan sempurna.
Ia pun butuh dinginnya malam dan kuatnya terpaan angin,
agar semakin kokoh dahan dan rantingnya.
Kemudian suplemen pupuk yang diberikan dengan porsi yang tepat,
akan menjadikannya sehat dan menjaga vitalitas kehidupannya.
Ia juga butuh kasih sayang, karena ia memiliki 'jiwa'.

Lalu, suatu hari...
Tak hanya buahnya yang manis dan mengenyangkan,
tapi juga setiap bagian dari tubuhnya dapat dimanfaatkan oleh makhluk lain.

Bukankah itu salah satu cita kita? nafii'un li ghoirihi.. bermanfaat bagi lingkungannya. Hingga tanpa terbantahkan, predikat Uztadziyatul a'lam (Guru dari peradaban) akan kita sandang tanpa perlu diminta.

Wallahua'lam.
»»  Baca Selanjutnya...

Blog and Reality

Dah lama engga nulis disini, kangen juga neeeh... Subhanallah, cepet banget ya waktu berlalu. Emang bener deh pepatahnya orang Arab. Al-Waqt ka al-saif. Fa in lam taqtha'haa qath'aka (Waktu laksana pedang, jika kamu tidak memanfaatkannya maka ia akan menebasmu).

Padahal saya pingin menjadikan blog ini tempat komunikasi dengan sahabat-sahabat tersayang, yang tidak bisa setiap saat bertukar cerita, berharap dengan postingan-postingan saya disini, bisa sedikit mengobati kerinduan, sekaligus terus memperpanjang tali silaturahim. Tapi, makhluk dhoif ini ternyata lebih sering merasa 'sibuk' daripada banyak waktu luang. Astaghfirullah.. semoga kesibukan yang bermanfaat ya..

Insya Allah saya akan kembali meng-intens-kan kegiatan menulis saya, tentunya juga meng-update blog ini. Pfiuuuh... sebenernya banyak lintasan pikiran yang jika direnungkan sedikit dalam, maka akan berbuah menjadi tulisan yang baik, ya.. semoga Allah memberi kekuatan kepada hati dan fikiran saya untuk berbagi hikmah kepada sahabat melalui rangkaian kata... :)
»»  Baca Selanjutnya...

Monday, August 22, 2005

Percaya engga??

Apa yang kalian rasakan jika diberi kepercayaan, tapi tidak dipercaya?
Sakiiiitttt....

Bener deh, mending sejak pertama engga usah mengamanahkan tugas itu kepada orang kalo kamu engga percaya dia bisa melakukannya!!!

~ untuk semua yang pernah berada di bawah 'kepemimpinan' saya, afwan jiddan!! Maaap beribu maap jika saya pernah mendzolimi kalian..
»»  Baca Selanjutnya...

Thursday, August 18, 2005

I'diluu..

"I'diluu huwa aqrobu littaqwa!!"
~ Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa

Anak-anak memang cermin yang sangat jujur dalam merefleksikan diri kita. Mereka akan mengatakan A, saat mereka ingin mengucapkannya. Mereka akan berbuat A, saat mereka ingin melakukannya. Bening, setiap sikapnya selalu mencerminkan kejujuran. Ketika kita tidak bisa mengerti sebuah tindakan mereka, bukan berarti mereka telah menyembunyikan perasaan mereka, tapi itu dikarenakan pikiran 'dewasa' kita yang sudah terlalu banyak merasai kebohongan, manipulasi, konspirasi... hingga sulit untuk percaya, bahwa dunia anak-anak adalah dunia kejujuran, dunia refleksi dari perasaan mereka.. wallahua'lam..

Apa hubungannya dengan bersikap adil?
Ba'da dzuhur 3 hari yang lalu...

"Ah, ibu engga adil nih.. Kok Damas boleh liat buku Bu? Soal itu kan harus disiapkan dari rumah!", salah seorang anak muridku protes karena aku membiarkan Damas membuat soal quiz dengan melihat buku pelajaran.

"Tapi Jay, minggu kemarin kan Damas ga masuk. Dia ga tau kalo harus membuat soal untuk ditanyakan kepada salah satu dari kalian. Nanti mulai pertemuan berikutnya, semua soal harus dipersiapkan sebelum kelas dimulai." Aku coba menjelaskan pembedaan perlakuan yang aku terapkan terhadap Damas.

"Tetap aja Bu, bikin soal kan gampang. Ah, ibu curang nih..." Jaya masih membantah dengan kurang puas.

"Jay, aku cuma liat rumus kok. Soalnya tetep aku karang sendiri..." Damas berkelit karena tidak ingin disalahkan.

"Tau nih Jaya, engga apa-apa lagi.. Soal yang dibikin Damas pasti ga susah kok." Bintang yang sebelumnya sedang asyik mengerjakan tes awal juga ikut mencoba menghilangkan kedongkolan Jaya. Di antara mereka bertiga, Damas memang agak lebih lambat dalam memahami pelajaran. Itu juga yang membuatku sedikit melonggarkan peraturan ini untuk beliau...

Alhamdulillah Jaya mau mengerti.. tapi tak urung, kejadian itu membuatku berpikir. Benarkah aku tidak adil? Astaghfirullah, memang tidak semudah bicara...
»»  Baca Selanjutnya...