Monday, March 21, 2005

Berbagi Rasa..

Dah berapa lama nge-blog? Hmm.. 5 bulan lebih deh kayaknya. Dulu waktu beberapa teman mulai nge-blog, aku yang engga ngerti sama sekali. Apaan tuh?? Setelah buka-buka beberapa blog mereka, hehehe.. ternyata tertarik juga. Dan ups... sekarang kayaknya mulai ada ikatan batin deh.. Walaupun masih dengan penuh tanda tanya tentang peng-kode-an HTML dkk itu, tapi alhamdulillah sedikit-sedikit bisa mengubah sesuai dengan yang diinginkan. (Jangan so' tau yen, cukup yang standar aja ya!!)

What does your blog mean to you? Wah... banyak banget deh, blogie itu bener-bener sahabatku di kala suka dan duka. Blogie menjadi jendelaku untuk melihat ke dalam diriku sendiri. Mereview kembali perjalanan kedewasaanku dalam berfikir, mencoba untuk melakukan hal-hal yang telah aku katakan.. Aku bener-bener bersyukur bahwa blogie ada di dunia ini (dunia maya kali ye..) Belum lagi kalo mau itung-itungan berapa saudara baru yang aku dapatkan sejak nge-blog.. Subhanallah.. Allahu Akbar!!

Blog = Diary? Engga salah juga sih kalo ada yang mengistilahkan seperti itu. Tapi kalo bagiku, engga semua hal terkait perasaan dan peristiwa yang terjadi, bisa ditulis disini. Itu mah sama aja ngebuka aib sendiri dooong?? Memang sempat terfikir untuk menjadikan blog sebagai satu-satunya tempat curhat. Tapi itu berarti buku harianku harus pensiun? Engga lah yaw, rasanya tetap harus ada batas wilayah privasi yang hanya bisa diakses oleh kita sendiri, dan hanya bisa dibagi dengan Sang Pemilik Jiwa. Maaf ya, Blogie.. dalam hal ini aku engga bisa melakukan apapun kecuali menyimpannya darimu..

Akhwat nge-blog? Hmm.. bahasan ini pernah didiskusikan panjang di milis IMB. Dan sampe sekarang pun masih ada beberapa orang sahabatku yang belum sepakat dengan hal ini. Sama engga setujunya beliau untuk akhwat yang menaruh foto di f'ster. Untuk alasan yang cukup bisa aku terima sih, karena fitnah itu harus kita minimalisir sejak awal. Kalo ibaratnya fitnah itu adalah pintu yang terbuka, maka kalo bisa kunci pintu itu kita simpan baik-baik, jangan biarkan ada yang mengintip dari lubang kuncinya, apalagi sampai kita sendiri yang memberikan kunci itu kepadanya. Astaghfirullah.. Akhi, Ukhti, tolong ingatkan jika ada postingan saya yang bisa menimbulkan fitnah itu ya..

Sampai kapan mau nge-blog? Hmm.. pinginnya sih selamanya ^_^. Tapi, wallahua'lam apa yang akan terjadi besok atau lusa. Paling engga, saat ini aku masih menikmati kegiatan blogging ini.. Mungkin aku akan berhenti ketika manfaat itu tidak kurasakan lagi, atau jika kegiatan ini nantinya justru menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan (I really hope it won't happen..). Bukankah baginda Rasul mengatakan bahwa sebagian dari kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya?

Wallahua'lam..
»»  Baca Selanjutnya...

Thursday, March 17, 2005

Sekelumit Perjalanan

Kita tidak pernah bisa memilih untuk lahir dari rahim siapa, tidak bisa memilih untuk terlahir dalam keluarga seperti apa, tidak bisa memilih untuk mempunyai fisik dan tingkat kecerdasan seperti apa...

Lalu ketika kesadaran itu telah dianugerahkan kepada kita, ingatan masa kecil hanya terpaut pada sepasang raut wajah yang senantiasa ada untuk merangkul. Teriakan yang senantiasa dilontarkan ketika kita mulai melakukan hal yang membahayakan, kemarahan yang ada ketika kita melakukan hal yang dilarang, belaian sayang dan tangis tertahan yang ada ketika kita terbaring sakit.. Ingatan itupun tidak sempurna, hanya berupa puzzle tak lengkap.

Lalu pedal gas seakan tertekan dalam. Masa-masa itu dengan cepat kita lalui. Ingatan sudah sempurna untuk merekam, hanya saja pita rekaman itu tidak pernah cukup panjang untuk memutar setiap detik kembali di hadapan. Menangis, tertawa, menjerit, meminta dan berbagi... Terkadang bersama keluarga terkasih semuanya kita lalui, tidak jarang pula bersama sekumpulan orang yang kita sebut teman, atau sahabat...

Perubahan demi perubahan terus terjadi. Tangga-tangga kehidupan telah membuktikan sebagian dari janji-Nya.. Pena takdir telah menuliskan ketentuan-Nya.. Sebagian dari mereka pergi, sebagian masih ada di sisi hingga hari ini, sebagian berbelok dan menghilang dari hadapan, sebagian yang lain berbalik dan mengambil posisi berseberangan.. Diri ini terpontang-panting oleh cobaan, hati terbolak-balik oleh harapan, jiwa meringis oleh penantian, namun hanya hari ini yang tersisa untuk dilalui..

Roda kehidupan akan terus berputar, fase kehidupan yang lainpun telah menunggu untuk segera dihadapi. Tidak akan bisa kita ingkari bahwa ketentuan Allah pasti terjadi, ketentuan yang tidak pernah bisa kita minta untuk dipercepat, atau ditunda.. Allah.. masihkah cukup nafasku untuk menambah satu hari lagi dari usiaku? Rabb.. masihkah sampai usiaku untuk menyempurnakan apa yang sudah terucap menjadi janji? Masihkah....?


*) Menghitung detik menuju tanggal 18..
»»  Baca Selanjutnya...

SMS

Aku punya kebiasaan yang agak 'menghabiskan uang' dalam rangka bersilaturahim. Pagi ini aku melakukan hal itu lagi. Tiba-tiba saja ada dorongan kuat dari dalam diri ini untuk mencari kabar teman-teman yang sudah lama tidak ketahuan rimbanya. Teman sekolah, adik kelas, teman di organisasi, juga teman-teman yang pernah aku kenal dalam suatu acara (bahkan dah lupa acaranya apa).

Benar-benar 'menghabiskan uang' ^_^. Pagi ini hampir 30ribu pulsa aku lenyap dalam rangka mengirim SMS kepada beberapa teman yang namanya masih tertera dalam phonebook HP. Jangan tanya 'kenapa engga nelpon aja' ya, belum sangguppp... Isinya engga penting banget sih, cuma nanya kabar mereka. Beberapa membalas, beberapa cuek, tidak sedikit juga yang failed (hmm harus di-update lagi nih phonebook). Untuk aku sih, bukan jawaban mereka yang aku tunggu. Hanya ingin menunjukkan bahwa aku masih mengingat mereka, dan siapa tahu suatu saat nanti mereka membutuhkan bantuan, I'm here to help.. jangan ketawa dong ah, aku bukannya mau so' sial, tapi emang yentri ya orangnya begini... (apa sih yen?). Hehehe..

Anyway.. seneng juga bisa mendengar kabar lagi dari mereka. Ada yang ternyata masih mengerjakan TA, ada yang sedang berada di Papua, Kalimantan, Medan, ada yang lagi sakit, ada yang sedang kuliah S2, ada yang mau menikah, ada yang baru melahirkan... Subhanallah... Jadi kangen.. Bagaimanapun, mereka pernah meninggalkan jejak dalam satu fase kehidupanku. Luv ya' all friends.. :x
»»  Baca Selanjutnya...

Thursday, March 10, 2005

t.a.k.u.t

Rasa takut itu hadir
Menyelusup begitu saja ke dalam dada
Tanpa undangan

Padahal, sampai tadi keyakinan itu masih kupegang teguh
Aku bisa, Aku pasti bisa melaluinya!!

Untuk sebab yang sama, aku pernah juga merasa takut
Tapi ternyata sedikit terlalu..
Lalu kenapa sekarang ia datang lagi?

Ya Allah, Yang Maha Membolak-balik hati...
Tetapkanlah hati ini dalam agama-Mu


*) menanti hari esok yang tak pasti
»»  Baca Selanjutnya...

Tuesday, March 08, 2005

My Dear Friend

Nothing lasts forever..
Ketika seorang sahabat memilih untuk berhenti berbagi dan 'sekedar' menjadi seorang teman, bagaimana perasaanmu?

Seperti film, ingatan itu berputar di otakku.
Beliau adalah teman sekelasku di SMP selama 3 tahun. Lalu ketentuan Allah menuliskan kami untuk melanjutkan ke SMA yang sama, dan selama 1 tahun beliau tetap menjadi teman sekelasku. Waktu bergulir.. masa remaja mempertemukan kami dalam wadah persahabatan. Bukan hanya berdua, tapi berdua belas.

Bermain bersama, belajar bersama, tertawa dan menangis bersama. Merenda waktu dan kenangan dalam keceriaan masa SMA..

Sebuah pepatah berkata: piring yang terlalu dekat berdampingan, akan mudah terpecah karena gesekan.
Itu pula yang terjadi di antara kami. Masalah yang kecil, suddenly blew up as if it was THAT important! Mencoba memaafkan, mencoba mengikhlaskan, mencoba menulis di atas pasir agar angin waktu mengikisnya habis.. Tapi mungkin, lubang itu demikian besar, luka itu demikian perih...

Berjuta kata seandainya bermain di otakku. "Seandainya dulu rasa itu kamu katakan, seandainya dulu 'buku kuning' itu tidak pernah tertulis, seandainya saja pertemuan-pertemuan itu dipaksakan untuk kamu hadiri..." Astaghfirullah.. Aku tidak ingin terjebak dalam angan-angan kosong. Yesterday is a history, no way you can change it!!

Bukan sang waktu yang salah ketika persahabatan tak lagi kekal.
Keinginan untuk mempertahankannya tetap ada. SMS-SMS silaturahmi, telepon-telepon sapaan, pertemuan kecil dalam beberapa waktu istimewa.. Tapi jarak itu sudah terbentang demikian lebar, jurang itu sudah tergali demikian dalam, dan kamu pun tidak berani untuk membangun sebuah jembatan demi melaluinya. Padahal kami siap menyambut kembalimu kapan saja kamu membutuhkannya.

Should we bend down to ask for ur forgiveness?
Allah, mungkin kami telah bersikap tidak adil terhadap sahabat kami.
Status 'sahabat' demikian bangga kami sandang, tanpa menjalani konsekuensi di baliknya.
Astaghfirullah.. ampuni kami ya Rabb..

Kemanusiaanku mengakui bahwa langkah yang beliau ambil adalah wajar, tapi keegoisanku seakan ingin menangis dan berteriak menahan kepergiannya...

--
For my dear friend.. Sebelas takkan pernah sama artinya dengan Dua Belas..
»»  Baca Selanjutnya...

Thursday, March 03, 2005

"Do'ain ya..."

"Teh, aku mo ujian nih.."
"Yen, aku bentar lagi sidang.."
"Ukh, insyaAllah bulan depan ana akan walimah.."
"Yen, besok aku ada interview.."
"Kontrak aku habis bulan ini.."
"Gw udah engga betah kerja disini.."
"Kata dokter sih.."
"Iya nih Mba, lagi ngerjain TA.."
"Acaranya insyaAllah akhir minggu ini, SDMnya masih kurang nih.."
"Abi ane mau dioperasi minggu ini.."
"Besok gw harus presentasi di depan Manajemen!"
"Hiks, belum ada tanda-tanda baby-nya nih.."
"Ya.. nikah sih mau, tapi ama siapa?"
"Masa' sih ane yang jadi mas'ul?"
"Kepindahan ini memang keputusan besar Ukh.."
...............................................

Semoga Allah memudahkan segala urusan kalian, memberikan yang terbaik menurut-Nya, melimpahkan selalu rahmat dan karunia-Nya, membukakan pintu maghfirah-Nya, mencatat setiap langkah kita sebagai satu bentuk ibadah kepada-Nya.. Aamiin.

--
Menghisab diri untuk semua janji 'doa' yang pernah terucapkan. Untuk semua yang merasa pernah aku janjikan untuk dido'akan, tolong ingatkan jika janji itu belum aku penuhi..
»»  Baca Selanjutnya...

Tuesday, March 01, 2005

Mungkin Karena Aku bukan Kamu

Aku coba selami jalan pikiranmu
Kenapa kamu mengambil keputusan itu,
Kenapa kamu memilih jalan itu,
Kenapa keraguan menyelimutimu,
Untuk sesuatu yang sangat jelas aku yakini.
Tapi aku tidak mengerti,
Mungkin karena aku bukan kamu.

Aku coba memikirkan alasan untuk semua tingkah lakumu
Kenapa tawa itu kamu akhiri,
Kenapa tangis itu yang kamu pilih,
Kenapa sulit bagimu untuk keluar dari kecewa,
Yang menurutku tidak pada tempatnya.
Tapi lagi-lagi aku tidak mengerti,
Mungkin karena aku bukan kamu.

Kita memang berbeda
Apa yang kuanggap kecil, ternyata besar menurutmu.
Apa yang kuanggap remeh, ternyata hal yang sangat penting bagimu.
Hal yang menurutku prioritas, ternyata tidak mendapat porsi pemikiran sedikitpun di otakmu.
Hal yang kupikirkan secara serius, ternyata hanya kamu anggap sebagai lelucon.
Aku tidak mengerti,
Mungkin karena aku memang bukan kamu.
Ah, sahabat.. sepertinya aku harus lebih banyak lagi belajar memahamimu..

--
Pyuh.. sulit sekali mencoba untuk empati. Astaghfirullah..
»»  Baca Selanjutnya...