Saturday, December 15, 2012

Demi seorang Sahabat...

Entah kenapa kisah cinta seorang sahabat saya, sangat ingin saya tuangkan ke dalam untaian bab demi bab kehidupan, merangkai utuh satu buku bernama novel.

Aih, muluk sekali. Padahal saya pun belum berhasil menulis sebuah cerpen. Novel? Ngimpi kali yeeeee.... Tapi akhir-akhir ini, kata-kata terus berlompatan di kepala saya. Terkadang saya biarkan kata itu bermain menjelma sosok-sosok fantasi, tak jarang juga terpaksa saya kunci rapat-rapat dalam sel abu-abu di otak, berharap ia bisa bekerja sama dan memunculkan ceritanya sendiri tanpa saya minta.

Bisakah? Teman saya menulis novel hanya dalam 10 hari, sementara teman lainnya dalam dua tahun.... Saya? Hehehe...

Mudah-mudahan tulisan ini memotivasi saya untuk benar-benar meluangkan waktu menulis, 15 menit sehari, demi cinta saya pada sahabat saya.... ^^


»»  Baca Selanjutnya...

Tuesday, September 11, 2012

Susah-Susah Gampang jadi Orang Kaya


Momen pasca lebaran adalah momen repotnya para ibu tanpa ART (asisten rumah tangga). Mereka yang izin pulang kampung untuk berlebaran di tempat asalnya, seringkali dengan atau tanpa permisi, tidak kembali lagi ke tempat ia bekerja semula. Sebagian beralasan karena tempat kerja yang kurang nyaman, ga cocok sama majikan, menjadi TKI, buruh pabrik, atau hanya berganti lokasi pekerjaan. Terkadang hal ini juga sudah menjadi rahasia umum, merupakan permainan para agen penyalur pembantu. Saya pernah juga mengalami dilema ini dulu saat masih bekerja. Memikirkan urusan domestik rumah tangga –alias nyuci, setrika, nyapu, ngepel, masak– sekaligus memikirkan siapa yang menjaga anak2 saat mereka di rumah, atau siapa yang mengantar jemput mereka dari sekolah. Ya, ART menjadi satu solusi, terutama bagi ibu-ibu yang tinggal jauh dari orang tua. Untung bagi saya, rumah saya hanya sepelemparan batu dari rumah neneknya anak-anak :) jadi pengawasan anak-anak tetap oleh neneknya walaupun sudah ada ‘mbak’.

Saya pernah atau seringkali berpikir, jadi orang kaya itu enak. Mau apa saja, insyaAllah terpenuhi. Tidak perlu repot memikirkan bebersih rumah, karena semua ada yang melayani. Mau pergi kemana saja, ada yang mengantar, mau beli apa saja ada yang bisa di suruh. Enak banget kan? Tapi ternyata perbincangan saya dengan seorang sahabat saya pekan lalu, membuat saya berpikir ulang: ternyata jadi orang kaya itu susah-susah gampang.

Entah bagaimana awalnya, pertemuan kami senin lalu, berujung pada diskusi tentang ART dan manajemen pengurusan rumah tangga. Lawan diskusi saya, seorang ibu yang bisa dibilang termasuk dalam golongan ekonomi atas. Beliau bercerita dengan hebohnya tentang kerepotannya mengurus rumah. Dengan anak lima -yang paling kecil baru berusia 6 bulan- biasanya keluarga mereka dibantu  ntukang yang merawat kolam renang, dan satpam. Rumah tiga tingkat yang dibangun di atas tanah 1800 m itu, tentu saja memerlukan usaha lebih dari cukup untuk membersihkannya hanya seorang diri. Dia bercerita: pembantu saya yang balik dari kampung hanya 1 orang, sopir ga ada yang balik, tukang kebun belum pulang!!! Saya antara mau ketawa geli dan merasa kasihan saat mendengar ceritanya. Saat saya bertemu beliau pekan lalu itu, beliau sudah mendapatkan tambahan pengganti hanya 1 orang ART. 

Dengan dua orang ART itulah ia mengawali kisah kerepotannya: “Pagi aku bangun sebelum subuh, masak sarapan dibantu si mbak yang satu. Si mbak yang lain sambil gendong si bayi, disuruh untuk membangunkan anak-anak dan menyiapkan pakaian mereka. Beres masak, aku pegang si ade sebentar, trus kadang kalo sempet ikut makan. Si mbak berdua suruh beres-beres. Abis anak-anak sarapan, si ade dipegang mbak lagi, aku ngojek¬in anak-anak ke sekolah –sekolah anak-anaknya hanya 5 menit dari rumah, tapi harus bolak balik karena anaknya 3 orang yang sekolah– sepulang ngojek baru ngurus si bayi, mandiin, kasi makan. Trus mulai deh rutinitas mengerjakan tugas dari suami: beli ini-itu, telpon sana-sini, cek ini itu, dst. Suamiku setiap malam mengirim sms panjang tugas yang harus dikerjakan esoknya.” Dst... Hihihi, saya capek sendiri mendengarnya... Masih panjang sebenarnya cerita beliau, tapi saya rasa sampai sini pun kita sudah bisa membayangkan betapa repotnya mengurus rumah tangga yang semi-perusahaan seperti itu. Oia, suaminya pengusaha tapi hampir sebagian besar waktu dihabiskan di luar.

Banyak hal yang bisa saya ambil hikmahnya dari diskusi kami pagi itu. Pertama, tentu saya bersyukur. Rumah saya luasnya tidak sampai se-per-sepuluh dari rumah sang ibu. Alhamdulillah walaupun tetap repot, tapi masih bisa ditangani sendiri, jadi kalopun ga ada yang bantu paling tidak ga perlu sedemikian stres. Ternyata Allah memang memberi ujian itu sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Mungkin saat ini saya masih belum rela waktu-waktu me time¬ saya –ngemol, nonton korea, nyalon, diambil hanya demi mengurus rumah segede gaban. Makanya Allah ngasi rumah secukupnya aja, biar bisa diurus :p

Tapi dibalik kerepotan yang dialami sahabat saya itu, subhanallah-nya, beliau selalu menjumpai tamunya dalam kondisi sudah mandi, rapih dan cantik ^o^ Hayoooo yang ibu-ibu di rumah, jam berapa mandinya kalo ga ada acara ke luar ;p ?? Saya pernah juga mendapat nasihat ini dari salah seorang sahabat. Nasihat sederhana tentang daster. Dia selalu mengantar suami pergi, dan menyambut suami pulang dalam kondisi sudah rapih dan wangi. DASTER dipakai hanya sebagai pakaian tidur. Saya yang waktu itu baru berumah tangga, belum terlalu ngeh kenapa sedemikian ia menekankan tentang daster. Tapi setelah mengalami repotnya mengurus anak dan rumah, saya baru paham... Suami kita kerja di luar rumah, bertemu dengan perempuan-perempuan yang cantik dan wangi, dengan pakaian alakadarnya. Jangan sampe deh suami membandingkan mereka dengan istri di rumah yang tampangnya kusut, baju cuma daster, dan belon mandi...hadeuhhhh..

Pelajaran lain yang bisa saya ambil dari beliau adalah tentang kedermawanannya... sosok yang saya bicarakan ini, adalah penyandang dana dari lembaga Tahsin/Tahfidz Qur’an yang sedang saya dan teman-teman rintis. Tidak hanya sekedar penyandang dana, beliau juga mau berepot-repot membantu kami duduk bersama para calon siswa, membeli perlengkapan bahan mengajar, dst. Kami menggunakan rumah beliau untuk pendaftaran, dan tempat belajar sementara. Saat Ramadhan lalu, setiap hari keluarganya membagikan ta’jil di jalan bagi para musafir, kemudian membagikan zakat juga untuk masyarakat sekitar, dan ia juga mengundang beberapa ustadz untuk pengajian khusus di rumahnya setiap pekan: kajian tafsir, fiqih, rumah tangga, dll. Wuaaaa, untuk hal yang satu ini saya sangat iri pada beliau... Memang subhanallah efek uang jika dipegang oleh seorang kaya yang dermawan...

Ternyata, jadi orang kaya itu susah-susah gampang ya ^o^

»»  Baca Selanjutnya...

Sunday, September 09, 2012

Cantik tanpa Jilbab

Copas..

Cantik Tanpa Jilbab

Pada suatu hari, Zenal didatangi oleh seorang temannya—sebut saja Bunga karena namanya memang Bunga—yang katanya ingin mulai berjilbab setelah lebaran.
"Zen, menurut lo gue cantik nggak kalau nanti berjilbab?" tanya Bunga.
"Menurut gue sih, lo lebih cantik kalau nggak pake jilbab. Rambut lo bagus, apalagi kalau habis ke salon. Kalau lo pake jilbab, kayanya kecantikan lo bakal berkurang," jawab Zen santai.
"Lho kok gitu? Berarti lo nggak mendukung gue pake jilbab dong?" tanya Bunga keheranan.
"Mendukung kok."
"Lah, tapi tadi lo bilang gue jadi kurang cantik kalo berjilbab?"
"Lah emangnya lo pake jilbab supaya jadi cantik? Atau supaya apa?"

Powered by Telkomsel BlackBerry®
»»  Baca Selanjutnya...

Saturday, August 18, 2012

Lebaran vs Gubernur

Sahabat..! Udah tiga hari lalu-lintas di Jakarta agak lancar, agak nyaman.
Mungkin besok lebih nyaman lagi, lagi dan lagi.

Untuk mengurangi kemacetan, ternyata yang dibutuhkan Jakarta bukan GUBERNUR,,, tapi LEBARAN..:D
Hë •̃͡-̮•̃͡ hë •̃͡-̮•̃͡ Hë ... Happy last Shoum..


-Yn3 Marchelino @Tsel bb-
»»  Baca Selanjutnya...

Friday, August 17, 2012

Doktrin diktator-isme

Sore temans...

Ingat doktrin ini?

Pasal 1: "Senior selalu benar"
Pasal 2: "Jika senior salah, lihat pasal 1"

Doktrin yang sangat sering digunakan dalam bingkai ospek. Doktrin yang serupa juga sering kita jumpai dalam sebuah perusahaan atau komunitas tertentu. I've been there before, I know how it feels.

Salahkah doktrin tersebut? Dalam beberapa hal, diktator wajib-kudu-musti ada. Ada hal-hal yang hanya perlu kita -sebagai bawahan- tahu hasilnya tanpa perlu tahu pembahasan di belakangnya. *Saya jadi ngebayangin menjadi prajurit disini, taat dan patuh tanpa banyak bicara, terutama terkait strategi perang.* Tapi dalam banyak hal, justru sebaliknya yang terjadi. Sebenernya sih, itu tergantung pada atmosfir atau iklim yang ingin dibangun pada perusahaan atau komunitas tertentu. Kalo saya sih, prefer rasa kekeluargaan yaaaaaa...

Saya, seorang plegmatis. Kalau ada perdebatan, saya cenderung lari :p
Tanya saja sama teman-teman kuliah saya, dulu mereka meletakkan mandat bagi saya untuk menjadi anggota Kongres -sejenis DPR- di kemahasiswaan kampus untuk mewakili jurusan, dan apa mau dinyana, saya mah setia menjadi pengamat saja ^o^  Kalo dengerin orang berdebat panjang lebar, hati ini suka dag-dig-dug-der. Antara gemes mau membela diri, ga tahan karena di-pojokkan, tapi juga bete mendengar orang berdebat kusir, dst, dll.

Berada dalam sebuah komunitas yang mempunyai pemimpin diktator, membuat saya belajar untuk menjadi tangguh. Ketika tanpa alasan jelas saya diputus kontrak, ketika secara sepihak saya disalahkan, dan ini terjadi juga pada beberapa teman, woooowwww, ternyata itu cara Allah untuk menempa mental saya menjadi orang yang kuat. Terkadang, pelajaran hidup lebih banyak bisa kita ambil dari kasus orang lain :)

Akhir-akhir ini saya kembali menemui fenomena doktrin ini. Dalam satu komunitas yang saya sayangi, ternyata saya merasa ada sebagian kecil orang yang menganggapnya sebagai "ini komunitas punya gue, lo ikut apa mau gue". Saya jadi tercenung, bagaimana sih sebaiknya seorang pemimpin itu? Rasulullah SAW, Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin Khattab ra., sahabat Rasul yang lain, adakah yang memegang prinsip ini?

Contohlah Rasulullah. Beliau selalu mengajak sahabatnya untuk berdiskusi terkait hal-hal yang maslahat untuk ummat. Saat perang Khandaq, Rasul sempat mengusulkan satu hal, lalu dipertanyakan oleh sahabatnya "Ya Rasul, apakah keputusan anda merupakan wahyu dari Allah atau bukan?" dan Rasul menjawab "Bukan". Maka sang sahabat -Khalid bin Walid- mengusulkan strategi lain yang akhirnya membawa kepada kemenangan peperangan tersebut. Seorang Rasulullah...... bersedia menerima masukan.

Mari berkaca lagi khalifah Umar ra. Ia yang tinggi besar dan ditakuti oleh kawan dan lawan, menunduk takzim saat diingatkan oleh seorang perempuan terkait keputusannya membatasi mahar. Apakah kedigdayaannya membuat ia tidak mau menerima masukan?

Siapalah kita untuk merasa selalu benar atas keputusan kita? Saat seseorang memberimu nasihat, itu berarti seseorang itu menyayangimu, ingin agar engkau menjadi lebih baik, ingin agar engkau tidak salah langkah...



~sore kelabu :'(




»»  Baca Selanjutnya...

Tuesday, August 14, 2012

Tidak Semua Tahu Caranya [Memberi]

Kejadian sore itu membuat saya sadar bahwa, tidak semua orang tahu cara untuk memberi.

Hari itu, hari ke 15 Ramadhan 1433H. Saya dan adik-adik binaan bersepakat untuk membagi-bagi ta'jil di jalanan. Awalnya kami berencana untuk membagikan 100 paket di stasiun UI Depok. Dengan budget masing-masing kotak 5000 rupiah, artinya kami harus mencari dana sebesar minimal 500rb untuk menjalankan program tersebut.

Awalnya adik-adik saya ini pesimis "Mbak, dananya dapet dari mana ya?" Soalnya uang kas tinggal 200rb waktu itu. Saya mengusulkan kita masing-masing menyumbang minimal 50rb sebagai dana awal. Mengingat ada teman yang kurang mampu, jadi tidak semua membayar dana tersebut, akhirnya terkumpulah 200rb sebagai awalan. Salah seorang berkata "Nanti aku todong temen-temen di kantor deh, mudah-mudahan mereka mau nyumbang."

Susahnya, acara kami ini adalah acara dadakan. Jadi jangankan surat permohonan dana atau proposal, lokasi bahkan bentuk acara pun hingga detik terakhir masih berubah. Itulah sebabnya mereka agak ragu untuk 'menodong' ke teman-temannya. Oke, batas waktu hari Rabu (4 hari sebelum acara) laporkan penerimaan dana ke bendahara ya....

Teng teng teng, saat hari Rabu. Mas'ul kelompok bbm, "Mbak, uangnya lebih, alhamdulillah." Awalnya saya menanggapi biasa saja. "Ya udah kalo lebih kita tambah kotak-annya." Ternyata, lebihnya hingga 3 kali lipat!! Allahu Akbar. Akhirnya kami membagikan 250 paket ta'jil di jalan raya Margonda dan uang donasi masih tersisa 400rb. Subhanallah...

Ada satu lagi kejadian saat kami membagi-bagikan ta'jil tersebut. Seorang perempuan -kayaknya sih mahasiswa- mendekat dengan malu-malu, dan bertanya pada saya, "Mbak, ini dari mana ya?". Saya jawab "O, ga dari mana-mana ko mbak, ini kita-kita aja. Kan menjalankan sunnah Rasul, kalau memberi makan orang berpuasa akan mendapatkan pahala puasa juga." Kelanjutannya sangat tidak disangka "Aku boleh nyumbang?" tanyanya sambil mengeluarkan dompet. Awalnya saya bingung juga ko dia mau nyumbang dalam bentuk uang lah wong acaranya sekarang... "Iya, kan pasti besok-besok ada acara lagi kayak gini, aku nitip ya.. aku juga mau dapet pahala." lanjutnya lagi. Setelah bengong sebentar, akhirnya saya terima uang si mbak ini dengan mengucapkan terima kasih.

Subhanallah... Kita tidak pernah tahu, ada jiwa-jiwa yang bisa tergerak dengan hal kecil yang kita kerjakan. Sebagaimana kita mungkin tidak pernah tahu, ada manusia-manusia yang tidak mengerti cara untuk memberi. Banyak pengemis di pinggir jalan -walaupun saya sudah berhenti memberi kepada pengemis; ada tromol sumbangan masjid dimana-mana; spanduk dan pamflet lembaga ZISWAF pun tersebar hingga ke pelosok. Tapi bukan itu yang menggerakkan hati dan tangan seseorang untuk mau memberi, berbagi.

Ada rasa kedekatan dan kepercayaan lebih, saat yang meminta 'donasi' adalah orang yang kita percaya, seperti teman-teman adik-adik binaan saya ini. Mereka dengan mudah mengeluarkan dana karena mereka percaya bahwa temannya tidak akan menyelewengkan amanah tersebut. Di lain waktu, mungkin orang akan tergerak untuk memberi dengan semakin banyak dan jelasnya informasi yang diperoleh tentang suatu hal -contohnya tentang Palestina, atau Rohingya yang sedang dalam krisis saat ini. Semakin mereka tahu informasi itu, apalagi jika yang meneruskan informasi adalah orang yang mereka kenal, semakin tergerak hatinya untuk membantu sesama -mudah-mudahan. Yuk, terus beramal...


Wallahua'lam bi showab...
»»  Baca Selanjutnya...

Hana Salju

Celoteh neng Hana siang ini..

"Ummi kita bikin kue apa hari ini?"
"Putri salju"
"Kenapa putri? Punya Hana mana?"
"Ya udah kuenya jadi Hana salju deh"
ˆ⌣ˆ✗¡✗¡✗¡ ˆ⌣ˆ✗¡✗¡✗¡ ˆ⌣ˆ


Ctt: putri itu ponakanku, sepupunya Hana :p



»»  Baca Selanjutnya...

Thursday, July 26, 2012

Double Standard of Terrorism?!

Got this from email, something to think about...

Who started the first world war?
Muslims ?
Who started the second world war?
Muslims ?
Who killed about 20 millions of Aborigines in Australia ?
Muslims ??
Who sent the nuclear bombs of Hiroshima and Nagasaki ?
Muslims ??
Who killed more than 100 millions of Indians in North America ?
Muslims ??
Who killed more than 50 millions of Indians in south America ?
Muslims ??
Who took about 180 millions of African people as slaves and 88% of them died and was thrown in Atlantic ocean ?
Muslims ??

No , They weren't!!!

Please define your word of TERRORISM properly!!

If a non-Muslim do something bad..it is crime. But if a Muslim commit same..he is a terrorist... Is it?

So first remove this double standard...then come to the point!!!


~tribute to Rohingya moslems in Myanmar...
-Yn3 Marchelino @Tsel bb-
»»  Baca Selanjutnya...

Friday, February 10, 2012

[PROMO] Gado-Gado Poligami

Yippie... Alhamdulillah.. Telah terbit buku pertamaku. Judulnya "Gado-Gado Poligami: Antara Fiksi dan Realitas", merupakan kumpulan fiksi kilat (flash fiction) dan kisah nyata yang ditulis bersama oleh puluhan penulis. Behind the scene nanti saya ceritakan kapan-kapan ya ^_^

Monggo disimak resensinya...



Judul Buku: Gado-Gado Poligami- Antara Fiksi dan Realitas
Penerbit: Quanta - Elex Media
Harga: Rp 44.800,-


Poligami.. hmm.. tema yang tak lekang dimakan jaman. Selalu ramai diperbincangkan. Mengundang kontroversi antara pro dan kontra. Menuai perdebatan antara mendukung dan menentang. Namun, betapapun riuh pembahasan mengenai poligami, para pelakunya tak surut dari waktu ke waktu, dengan berbagai alasan dan kondisi yang melatari.


Aneka kehidupan poligami mewarnai kehidupan ini. Ada yang beraroma luka dengan airmata tak berkesudahan. Ada tetes kecemburuan yang kental di dalamnya. Ada pengorbanan yang berbanding lurus dengan keikhlasan. Dan, ada pula yang bertabur senyum dengan rona bahagia.


Sebuah buku bertajuk “Gado-Gado Poligami – Antara Fiksi dan Realitas” terbitan PT Elex Media Komputindo, mengurai kisah poligami dengan menampilkan kisah nyata dan kisah fiksi. Macam gado-gado yang memuat bermacam bumbu, maka kisah-kisah ini memiliki rasa yang berlainan. Ada yang manis, asin, hingga pedas. Namun yang pasti, kesemuanya bermuara pada satu rasa, yaitu rasa yang sedap.


Bermula dari lomba menulis flash fiction maksimal 400 kata di facebook, terjaringlah kisah-kisah FF pilihan yang kemudian menjelma menjadi buku ini. Adalah Leyla Imtichanah a.k.a Leyla Hana yang menggagas lomba ini lalu menyusunnya dengan menambahkan kisah-kisah nyata untuk penyeimbang serta pembanding. Maka, terbentanglah di hadapan pembaca, antara fiksi dan realita seputar poligami.


Lomba flash fiction alias fiksi kilat itu sendiri, ternyata mendapat sambutan luar biasa dari para fesbuker. Di luar dugaan, peserta lomba mencapai 300 lebih. Bahkan hingga deadline lewat, masih saja ada yang bersikeras mengirimkan naskahnya.


Kisah-kisah dalam buku ini membawa kita pada perenungan yang dalam tentang dinamika poligami. Plus minusnya, suka dukanya, bahagia dan deritanya. Anda akan dibuat tercengang, takjub, gregetan, dan tersayat pilu. Pun Anda tak dapat mengelak isak, lalu mengulum senyum, bahkan geram berdentam-dentam.


Tengoklah kisah yang bertutur tentang seorang istri yang awalnya merestui pernikahan suaminya yang kedua. Suaminya santun memohon izin dengan alasan yang bisa diterima. Namun mengapa kemudian keluarga yang semula bahagia itu berubah menjadi oleng? Apa yang dilakukan istri pertama agar keluarganya tetap berlayar tenang meski badai menghantam? Kisah perjuangan seorang wanita yang tegar ini hadir dalam kisah apik berjudul “Mengepak Dengan Satu Sayap".


Kisah-kisah lain yang mengaduk emosi, tentang poligami terselubung. Tidak ada pemberitahuan kepada istri pertama, sekonyong-konyong berita tentang istri kedua lengkap beserta anaknya, menggelegar membuat hati berguncang. Ada yang kehilangan kendali, ada yang tertatih-tatih menata hati, ada juga yang bangkit lalu berjaya. Apa saja yang mereka lakukan? Bagaimana keluarga dekat seharusnya bersikap? Lalu bagaimana nasib anak-anak hasil pernikahan itu? Temukan hikmah yang bertabur dalam kisah-kisah tersebut.



Poligami yang damai berbuah kebahagiaan, juga terjadi dalam kehidupan. Istri kedua yang dipilihkan oleh istri pertama, lalu mereka bahu membahu dalam biduk rumah tangga dengan satu nakhoda yang sama. Sebuah keluarga yang kompak, dengan anak-anak yang akrab kepada dua ibunya. Bagaimana hal semacam ini bisa terjadi? Apa yang melatari peristiwa tersebut? Sungguh merupakan kisah inspiratif. Judulnya yaitu “Senyum Ini Milik Kami”. Kisah-kisah bahagia lainnya yang tak kalah menarik untuk diselami.


Kepiawaian para penulis dalam menuangkan ide dan imajinya, tampak dalam deretan fiksi kilat dalam buku ini. Dengan jumlah kata yang dibatasi, karena sifatnya yang ‘kilat’, pembaca tidak akan kehilangan asyiknya mengunyah cerita. FF berjudul “Secangkir Kopi” benar-benar menguar aroma nikmat, dengan suasana syahdu dalam sulaman kata-kata indah nan romantis. Menyusul cerita yang berjudul “Carikan Aku Teman, Bi” merupakan kisah sederhana yang manis dengan ending tak terduga. Dan rupa-rupa kisah lainnya dalam racikan gado-gado dengan kata kunci: sedap.



Setelah menelusuri kisah-kisah fiksi dan realita, kesimpulan adalah milik pembaca, bagaimana memaknai poligami. Barisan kalimat bertenaga berikut, dicuplik dari tulisan pada cover belakang buku ini.

Pernikahan poligami maupun monogami,keduanya sunah Rasul. Pilihan yang diambil, hendaknya menjadi jalan untuk meraup pahala dan surga serta mendapatkan keberkahan di dunia dan akhirat, yaitu keluarga sakinah, mawaddah, wa rohmah. Keberkahan itu hendaknya diraih dengan menjauhkan diri dari perbuatan zalim dan bersifat aniaya terhadap keluarga.

Penasaran? Silahkan bergerilya ke toko buku terdekat, insyaAllah sudah tersebar di seluruh tokbuk Gramedia ^_^ Mohon do'anya agar segera cetak ulang ya... hihihi

Review ditulis oleh mba Linda.
»»  Baca Selanjutnya...

Wednesday, February 08, 2012

Pemimpin


"Kau tahu kenapa seorang pemimpin yg adil doanya makbul berkali lipat? Karena seorang pemimpin memegang nasib baik-buruk orang yg dipimpinnya. Satu kata "Ya" utk hal baik, bisa berharga seribu tangga ke surga. Tapi satu kata "Ya" utk hal buruk, akan memangkas jaraknya shg mendekati neraka jahannam. Panasnya sudah terasa dekat sekali, meski dia belum mati." (Burlian, Tere Liye 2009)

Na'udzublillah..
Ya Allah, berikan kami pemimpin yang adil dan mencintai rakyatnya. Aamiin..

*gerah denger berita ttg para pemimpin negeri ini :(

Powered by Telkomsel BlackBerry®
»»  Baca Selanjutnya...

Thursday, February 02, 2012

Tes

Cek posting via email. Attachmentnya masuk ta?
»»  Baca Selanjutnya...

Antara Pe-er dan Resensi

Duh gara-gara tugas di salah satu komunitas menulis, si saya jadi keranjingan bikin resensi. Hihihi.. padahal ga jago-jago amat nulis, cuma rasanya gatel aja gitu pingin berbagi film yang bagus dan buku yang keren. Mudah-mudahan membawa manfaat bagi yang lain.

Padahal pe-er nulis banyak, belum lagi proyek idealis pingin nulis sendiri. Ckckck kapan beresnya ya, kapan jualannya?

*ngelap keringet demi melihat panjangnya checklist*
»»  Baca Selanjutnya...

Wednesday, February 01, 2012

Back to Blogger

Wuiiih, akhirnya nguprek blogger lagi ^_^ Setelah beberapa saat kecemplung di rumah lain dan sibuk juga jualan. Ternyata kembali tertarik ngeblog dimari. Hehehe.. Mudah2an bisa melatih otak lagi untuk merangkai diksi.
»»  Baca Selanjutnya...

Tuesday, March 17, 2009

GolPut

cape deh... hari gini masiiiiih aja ya, ada yang kepikiran untuk golput. katanya sih, udah desperate banget sama keadaan Indonesia. menurutnya, ga ada lagi partai atau orang-orang yang bisa dipercaya untuk menyelesaikan masalah Indonesia yang udah menumpuk.

tapi, bukannya golput ga menyelesaikan masalah?? trus maunya apaaaaa??? bikin negara sendiri aja sana... kalo bisa... (penonton alias komentator itu selalu lebih jago daripada pemain, kan?!)

cari informasi dong, insyaAllah masih ada kok orang-orang yang dengan tulus ikhlas memikirkan rakyat dan permasalahan bangsa ini, menjadi wakil rakyat bukan demi memperkaya diri sendiri.... orang-orang yang berpandangan bahwa jabatan itu amanah, dan harus dipertanggungjawabkan bukan semata di hadapan manusia, tapi nanti di hadapan Allah...

»»  Baca Selanjutnya...

Wednesday, February 25, 2009

Hana Sakit Apa?

Hana sakit... bahkan sampe hampir seminggu setelah kejadian, sakitnya masih tetep tidak terdefinisikan. Awalnya dari minggu kemarin. Hari selasa pagi ade Rifqi anget2 gitu.. acara ke Pondok Labu (pondok mertua) hampir aja ga jadi. tapi karena udah janji dan udah sebulan ga mampir, bismillah aja sambil bawa obat turun panas. Di rumah nenek cuma sehari, Rabu pagi udah pulang pagi sebelum abi ke kantor, alhamdulillah sorenya de Rifqi dah baikan. Anget2 biasa aja, lagi mo tumbuh gigi kayaknya sih.

Hari kamis, ummi kebetulan ada kelas tahsin-tahfidz, bawa Hana dan ade Rifqi titip mba, karena mama mau pergi ke Bali, ada sodara temennya yang mau pindah ke Jakarta, jadi ceritanya ikut beberes sambil jalan-jalan lah... de Rifqi dah seperti biasa main dan mamamnya, alhamdulillah.

Hari jum'at pagi, masyaAllah... gantian Raihana yang anget.. ummi sampe harus shalat subuh sambil gendong Hana dan ditengah jerit tangis ade Rifqi yang engga dibolehin mimik sama ayuk Hana-nya. ummi ambil termometer, 37.5, ga terlalu panas.. nyantei aja. kata dokter obat turun panas baru dikasih kalo panasnya udah di atas 38. Semakin hari menjelang siang, ummi makin deg-deg-an. secara, ummi seharusnya hari ini ke kampus untuk ngisi liqoan, bimbang mo pergi ato engga. soalnya ga mungkin ngandelin mba kalo anak lagi sakit gini, mana abi juga mau ke luar kota... ihiks. akhirnya ambil hp, sms para binaan untuk menggantikan liqo dengan tugas hadir kajian besoknya. panas Hana makin gawat, walaupun udah dikasih obat turun panas... rekor tertinggi mencapai 40.2. ummi rada panik juga, soalnya Hana punya sejarah kejang waktu lebaran lalu. siap-siap obat turun panas yang dimasukin dari dubur (stelosyl), tapi ga jadi dipake... Malemnya.. heboh!! secara... abi ga ada, mama ga ada... anak yang satu minta mimik ASI, eh yang satunya ngoceh ga keruan dari mulai yang ada uler lah, trus juga ga mau ditaro di tempat tidur, maunya dipeluuuuk aja... subhanallah... bangun dari jam 2 malem, ba'da subuh alhamdulillah ade Rifqi bisa tertidur... ayuk Hana tetep di pelukan...

Hari Sabtu, tiba-tiba panasnya ga jadi terlalu panas, masih dengan obat, tapi ga lewat dari 38.5. Bismillah... ummi pergi juga ke kajian rutin di dpc, tadinya mo ngajak Hana, tapi dia ketiduran waktu ditinggal untuk shalat dzuhur... tapi pas ummi pulang, panasnya tinggi lagi... minum obat lagi, ga lama kemudian... udah main2 sama adenya serasa ga lagi sakit... bingung deh ummi. Alhamdulillah malam ini ga sehoror malam sebelumnya. Hana bisa tidur dengan tenang, de Rifqi juga...

Hari Ahad, diukur lagi pagi2 38,1. wah kayaknya ga terlalu panas lagi nih. trus inisiatif sms temen yang seorang dokter. beliau menyarankan kasih vitamin dan minum aja yang banyak, waktu ummi nanya perlu ke rs ato ga, soalnya ga terlalu panas... alhamdulillah, kemudahan mulai ada, abi udah pulang, walaupun malem... ya, setidaknya bisa pegang anak satu-satu lah...

hari senin suhu tubuh Hana udah balik normal, selasa juga. selasa sore.... loh, loh, loh, kok di kakinya keluar bintik2 merah... aduh ummi langsung panikssss... khawatir DBD !! soalnya adekku baru keluar juga dari RS karena penyakit itu. diitung2, kalo emang dia DBD, berarti dah masuk masa kritis dan sewaktu-waktu bisa terjadi pendarahan kalo suhu tubuh meningkat tiba-tiba or kekebalan tubuhnya ga bagus. akhirnya malem2 berangkatlah ke RS, nungguin hasil cek darah, trombonya ga terlalu drop, hanya sedikit di atas normal. kata dokter, pagi-pagi harus balik lagi untuk cek darah. udah masa kritis bu, itungannya harus jam... takut trombonya drop tiba-tiba

pagi2 cek lab lagi, alhamdulillah trombonya naik. akhirnya konsul lagi ke dokternya Hana, berdasarkan dua hasil lab tadi, sepertinya bukan DBD. HANYA INFEKSI VIRUS BIASA!! alhamdulillah... waktu ummi tanya apa virusnya, dokternya hanya menjawab "virus yang ga diketahui itu jumlahnya lebih banyak dari yang sudah diketahui". memang setelah panas apalagi sempat tinggi, biasanya akan keluar tanda merah-merah di tubuhnya, kadang gatal. insyaAllah akan hilang sendiri... begitu katanya.... alhamdulillah...

walaupun sampai akhir ummi tetep ga ngerti Hana sakit apa, ummi tetap berdoa semoga diberi kesabaran dalam menjalani semua ujian-Nya...

doakan ya, tante-tante, om-om dan temen-temennya Hana... biar Hana bisa segera sehat dan kembali ceria seperti biasa...

»»  Baca Selanjutnya...

Thursday, January 15, 2009

Mimpi

Sudah dua malam aku bermimpi. Aku terpenjara dalam badan seorang anak. Anak itu dan bersama anak-anak lainnya, sedang bersembunyi dari tembakan tentara-tentara berseragam. Lalu satu per satu dari mereka jatuh bersimbah darah. Tidak lama berselang, aku pun jatuh. Seluruh tubuhku terasa panas, serasa dikuliti dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tapi aku sadar bahwa aku masih hidup, aku hanya tak bisa bergerak. Tubuh ini lumpuh. Aku hanya memejamkan mata dan berdoa. Lalu para tentara itu bergegas menghampiri tubuh-tubuh kami. Satu per satu memastikan bahwa semua sudah tak bernyawa. Aku terus menyebut asma Allah. Lalu mereka menghampiriku, dan berlalu... begitu saja!! Lalu aku terbangun, dengan sekujur tubuh menggigil...

Aku begitu iri dengan mereka, syahid begitu mudah. Ladang jihad ada di depan mata. Sementara aku?? Hanya meluangkan sedikit waktu untuk berdoa, sedikit rupiah untuk ikut membantu perjuangan mereka... Ya Allah, dekatkan syahid itu padaku... amiinn..

~ Israel begitu takut, 3.500 anak-anak Palestina menjadi hafidz, hafal 30 JUZ!! Itulah alasan sebenarnya mereka membantai anak-anak di bumi para anbiya itu... ~

»»  Baca Selanjutnya...

Wednesday, December 17, 2008

Anak Abi...

Hana lagi deket-deketnya sama abi. Mandi maunya sama abi, pake baju sama abi, mamam disuap abi, bobo juga yang ngelonin abi.. alhamdulillah sih, ummi jadi lebih santai.. hehe, ga juga sih, kan masih ada de Rifqi yang minta diurus. lagian, kalo abi udah berangkat ngantor, kan giliran ummi lagi deh.

Kalo siang-siang bangun tidur pasti yang dicari langsung abi, trus de Rifqi, walaupun masih dengan kucek-kucek mata dan suara serak karena baru bangun. udah gitu, hana suka sok-sok-an nelpon. kalo udah pegang hp ummi, pura-puranya lagi telponan sama abi, cerita macem2 mulai dari de rifqi nangis, hana jatuh, mamam pake ayam (padahal makannya pake tahu, tetep aja bilangnya ayam).. tapi giliran di-teleponin beneran abinya, malah hana suka ga mo ngomong... aneh-aneh aja ya... :D

»»  Baca Selanjutnya...

Thursday, November 13, 2008

Fitnah terhadap Buaya

Tulisan ini oleh-oleh dari halal bil halal IKAROHU (Ikatan Keluarga Rokan Hulu) yang mengundang keluarga besar suami untuk hadir. Sebenernya sih udah hampir dua minggu yang lalu, tapi secara baru sempet gitu loh . Okeh, jadi judulnya adalah tentang buaya. Semua tahu kan binatang bergigi tajam yang sebagian besar tinggal di air tawar, tergolong jenis reptil dan bisa mencabik-cabik manusia secara utuh ini? Berarti pernah juga kan mendengar orang berkata "Ah, dasar buaya" pada laki-laki yang doyang menggombal ato "Buaya darat lo!". Bahkan ada iklan sebuah produk rokok yang mengangkat tema ini. Waduh, ini fitnah besar loh terhadap buaya!! Dulu ummi pernah mendapat informasi ini dari salah satu ceramah pernikahan yang digelar di daerah Betawi, alhamdulillah dalam halal bil halal kemarin dapat informasi yang lebih lengkap lagi dari seorang ustadz yang agak chubby tapi full smile. Yuk, kita coba bersikap lebih adil terhadap buaya...

  1. Buaya itu adalah binatang yang paaaaaaliiiing setia sama pasangannya. Kalo jantan/betina pasangannya mati, dijamin dia enggak bakal kawin lagi seumur hidupnya. Kenyataan inilah yang membuat buaya dijadikan simbol dalam perkawinan adat Betawi (mempelai laki-laki diwajibkan membawa roti buaya!). Diharapkan kedua mempelai menjadi pasangan yang setia hingga akhir hayatnya.
  2. Buaya juga binatang yang setia kawan. Sang ustadz yang bercerita tentang peternakan buaya punya tetangganya. Coba saja kalo ada buaya mati, kita potong-potong dagingnya terus dimasukkan dalam kubangan para buaya lain. DIJAMIN!! Mereka ga akan menyentuh daging itu sedikitpun karena mengenali 'bau' saudaranya... MasyaAllah... coba dibandingkan sama manusia yang terus-menerus membuka aib saudara, memfitnah, berghibah... bukankah Al-Qur'an sudah mengatakan bahwa itu sama saja dengan memakan daging bangkai saudara sendiri?? na'udzubillahi min dzalika..
  3. Buaya juga sangat sayang sama anak-anaknya. Saat anaknya baru lahir dan menemui bahaya di air, ia dengan serta merta memasukkan mereka ke dalam mulutnya dan melepasnya kembali di tempat yang lebih aman. Lihat! Bahkan gigi-gigi yang tajamnya bisa mengoyak kiloan daging itu seakan menjadi tumpul saat anak tersebut berada di dalam mulutnya. Mau dibandingin lagi sama manusia yang tega membuang bahkan membunuh anak sendiri?? Malu deh sama buaya, kalo ga malu sama Allah...
  4. Buaya juga makhluk yang bisa dibilang sabar. Bayangkan. Dalam mengincar mangsa, ia rela menunggu, bahkan tidak makan hingga dua minggu. Sebagian besar buaya memang makhluk yang tidak agresif jika tidak diganggu (atau saat musim kawin), ia bersifat menunggu mangsa mendekat hingga jangkauan mulutnya. Baru deh... haaap!
  5. Buaya juga mempunyai "homing instinct" yang baik. Tiga ekor buaya air payau dibawa 400km dari habitat aselinya dengan helikopter di utara Australia. Ternyata ketiganya dapat kembali "pulang" dalam waktu 3 minggu. Subhanallah ya... padahal kan ga kenal peta??
  6. Laki-laki buaya darat?? Ini fitnah terbesar bagi buaya... Buaya jantan TIDAK PERNAH naik ke darat. Ia menghabiskan seluruh hidupnya di dalam air. Buaya yang naik ke darat adalah buaya betina, saat ia akan bertelur.

Ternyata jika kita mau sedikit berkontemplasi... memang pada semua ciptaan Allah ada tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang yang mau berpikir. Jadi, janganlah terus-menerus memfitnah buaya, hai manusia!!

-sebagian info didapat dari wikipedia-

»»  Baca Selanjutnya...

Tuesday, October 28, 2008

Nasib Buku-Buku Hana

Ummi emang lebih suka beliin Hana buku daripada beli baju. Lebih bermanfaat bukan? Buku akan jadi informasi yang berguna sampai kapanpun, sedangkan baju hanya akan menjadi usang dan habis dimakan zaman, bentar lagi juga udah ga cukup… Sebenernya sih, di rumah udah banyak buku anak2, ensiklopedi dan kawan2nya, secara gituloh, Bunda emang rajin banget beli buku untuk kakak Auli. Tapi jangan tanya deh, kapan Bunda punya waktu untuk bacain buku2 itu buwat kakak :p (piss, Bun!) So, daripada mubazir mending Hana aja yang bergerilya membaca koleksi buku kakak.

Sayangnya, Hana belum (terlalu) bisa menghargai buku. Buku kakak Auli

habis dicoret, dirobek, ditambahin gambarnya, dan sebagian berubah warna bahkan berubah bentuk.. Buku pertama kakak yang udah dianggep milik sama Hana berjudul “Kisah-Kisah Teladan Al-Qur’an untuk Anak”, seri ensiklopedi “Dahulu Ikan Berkaki”, “Pandu Menjelajah Warna”, dan “Panduan Lengkap Shalat untuk Anak”. Hihihi… buku-buku yang alhamdulillah sih masih bisa dibaca walaupun dengan coretan dimana-mana… Maaf ya kakak…

Perlakuan Hana terhadap buku akhir-akhir ini agak membaik. Bahkan dia sering berpesan sama adiknya “Jangan Ki, nanti buku Hana robek…”, maksudnya biar de Rifqi ga deket2 bukunya :) Terhitung hampir dua bulan buku2 yang baru Ummi beliin ga berubah bentuk karena coretan ato robekan. Tapi kemarin pas Ummi lagi shalat Dhuha tiba-tiba sreeeekk… loh, suara apa tuh. Hehe, ternyata Hana kembali ke kebiasaan lamanya. Kali ini yang jadi korban adalah buku “Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala”. Karena ingin Hana menghargai buku, akhirnya Ummi kumpulin lagi robekannya, terus disambung :D gapapalah, namanya juga anak-anak…

»»  Baca Selanjutnya...

Tuesday, August 26, 2008

sibuk-kah?

Bekerja dalam lingkup jama'ah memang bukan sesuatu hal yang mudah. Karena banyaknya orang yang terlibat, dibutuhkan kelapangan dada yang ekstra untuk segala hal yang mungkin terjadi karena benturan yang ada. Ber-amal jama'i sesungguhnya (dan seharusnya) akan mempermudah sesuatu yang sulit, memperingan sesuatu yang berat... tapi ternyata amal dakwah itu memang hanya akan dipikul oleh sedikit orang. Letih? Capek? ya.. begitulah sunatullah dakwah bukan??

17 Agustus 2008 (syuro terakhir menuju bazar serentak dpc)

kok yang hadir hanya tiga orang akhwat dan dua ikhwan (itupun sudah termasuk ahlul bait). pada kemana ya, sibuk tujuh belasan-kah (^_^). amanah yang sudah dibagi-bagi, kok jadi ga jelas apa hasilnya...??? yang hadir pun sibuk ber-husnudzon setelah beberapa orang tidak bisa dikonfirmasi... "Kita kumpul lagi jum'at sore ya, langsung ngilo2in barang untuk bazaar"

Jum'at, 22 Agustus 2008 pagi

"Mba, barangnya baru di anter besok jam 11, jadi kumpulnya langsung besok aja jam 1an ya mba." sms sang ketua. sedikit kecewa sih, karena ummi dan abi sudah membatalkan beberapa rencana untuk bisa hadir sore ini...

Sabtu, 23 Agustus 2008 jam 13.30

Jreng... saat ummi dan abi hadir di tempat yang sudah dijanjikan... wek wew, yang ada baru kami berdua plus karung-karung gula, beras, terigu n jerigen minyak yang harus dikerjain... deg-deg plas, bisakah selesai untuk bazar besok dengan sdm minim begini??? sibuk melirik jam, karena ummi jam 3 seharusnya menghadiri acara lain (yang akhirnya baru ummi hadiri jam 4.30). alhamdulillah satu demi satu berdatangan (maksudnya, sampe ummi ijin meninggalkan tempat, baru dua orang lagi yang dateng) :D hehe, subhanallah.. ikhwan-akhwat teh emang orang-orang yang zuper zibuk... abi-pun akhirnya berkorban ga jadi syuro karena gemes ngeliat karung2 yang masih tergolek tak berdaya...

alhamdulillah selesai, tersisa satu karung terigu yang sengaja disisain (nih ketua pingin dijitak deh, padahal ibu2 udah pada bilang untuk di-semuain!!)

24 Agustus 2008

secara di rumah (rencananya) ga akan ada orang hari ini, jadilah ummi dan abi pagi2 udah siapin anak2 untuk dititip ke rumah nenek (mertua di pondok labu) biar ada yang ngurus sementara kita bazaar...

nyampe di tempat jam 7.30, lah... kok belon rapih yak :D

hehe... alhamdulillah walaupun terseok-seok, bazaarnya sukses berat... penyuluhan tentang diabetes, cek gula darah n asam urat, pengobatan gratis, bazar sembako (subsidinya nyampe hampir 400ribu!!) n bazar barbeku yang menghasilkan 280rb (lumayan ga sih) :p plus lelang ac, mesin cuci n vcd player...

"intanshurullaha yanshurkum, wayutsabbit aqdaamakum"

'ala kulli hal.. alhamdulillah...

»»  Baca Selanjutnya...